Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, 9 Agustus 2019

Rupiah diprediksi  diperdagangkan fluktuatif di level Rp14.175 per dolar AS hingga Rp14.240 per dolar AS, pada Jum'at (09/08/2019), tetapi akan ditutup melemah tipis akibat data NPI dan CAD yang diproyeksi melemah.
Aprianto Cahyo Nugroho dan Renat Sofie Andriani Aprianto Cahyo Nugroho dan Renat Sofie Andriani | 09 Agustus 2019 16:10 WIB
Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, 9 Agustus 2019
Ilustrasi uan tunai rupiah. (Antara)

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Jumat (9/8/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah dibuka menguat 8 poin atau u0,06 persen ke level Rp14.205 per dolar AS hari ini.

Nilai tukar rupiah melanjutkan penguatannya, setelah pada akhir perdagangan Kamis (8/8/2019) ditutup menguat 12 poin atau 0,08 persen ke level Rp14.2135 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar Amerika Serikat, yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama lainnya, terpantau melemah 0,046 poin atau 0,05 persen ke level 97,572 pada pukul 08.10 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar AS dibuka di zona mera juga dengan pelemahan 0,046 poin atau 0,05 persen ke level 97,572, setelah pada akhir perdagangan Kamis (8/8) ditutup menguat 0,074 poin atau 0,08 persen ke level 97,618.

Bagaimanakah pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sepanjang hari ini? Simak terus secara live di Bisnis.com!

16:03 WIB

Pukul 15.58 WIB: Kurs Rupiah Ditutup Menguat 19 Poin

Nilai tukar rupiah berakhir menguat 19 poin atau 0,13 persen di level Rp14.194 per dolar AS, saat indeks dolar AS terkoreksi 0,043 poin atau 0,04 persen ke posisi 97,575.

15:32 WIB

Pukul 15.06 WIB: Kurs Rupiah Menguat 31 Poin

Nilai tukar rupiah menguat 31 poin atau 0,22 persen ke level Rp14.182 per dolar AS, saat indeks dolar AS naik tipis 0,007 poin atau 0,01 persen ke posisi 97,625.

14:09 WIB

Pukul 14.04 WIB: Rupiah Menguat 23 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot menguat 23 poin atau 0,16 persen ke level Rp14.190 per dolar AS dan telah diperdagangkan pada kisaran Rp14.187-Rp14.2o6 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,057 poin atau 0,06 persen ke level 97,561 pada pukul 13.55 WIB.

11:05 WIB

Pukul 10.58 WIB: Rupiah Menguat 10 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot menguat 10 poin atau 0,07 persen ke level Rp14.203 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,062 poin atau 0,06 persen ke level 97,556 pada pukul 10.51 WIB.

10:12 WIB

Pukul 10.03 WIB: Rupiah Menguat 16 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot menguat 16 poin atau 0,11 persen ke level Rp14.197 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,069 poin atau 0,07 persen ke level 97,549 pada pukul 09.58 WIB.

09:05 WIB

Pukul 08.56 WIB: Rupiah Menguat 11 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot menguat 11 poin atau 0,08 persen ke level Rp14.202 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,078 poin atau 0,08 persen ke level 97,540 pada pukul 08.50 WIB.

08:27 WIB

Rupiah Diprediksi Fluktuatif

Rupiah diprediksi  diperdagangkan fluktuatif di level Rp14.175 per dolar AS hingga Rp14.240 per dolar AS, pada Jum'at (09/08/2019), tetapi akan ditutup melemah tipis akibat data NPI dan CAD yang diproyeksi melemah.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan bahwa para investor akan sangat mencermati data NPI, terutama di pos transaksi berjalan, yang direncanakan dirilis pada Jumat (9/8/2019).

Pasalnya, Bank Indonesia memperkirakan defisit transaksi berjalan pada kuartal II/2019 akan lebih dalam dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

"Ketika transaksi berjalan defisit, apalagi semakin parah, maka mata uang akan sangat tergantung kepada arus modal di pasar keuangan yang bisa datang dan pergi. Ini membuat mata uang lebih rentan berfluktuasi dan tidak stabil," ujar Ibrahim seperti dikutip dari keterangan resminya, Kamis (8/8/2019).

Rupiah pada perdagangan kali ini juga mendapat dukungan dari turunnya suku bunga beberapa bank sentral dunia, seperti India, Thailand, dan Selandia Baru pada pekan ini.

Kemudian, rilis data ekspor China pada Juli yang berhasil tumbuh 3,3%, jauh membaik dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang terkontraksi 1,3%, telah membantu melemahkan dolar AS.

Akibatnya, penguatan rupiah juga diikuti oleh mata uang kelompok Asia yang berhasil naik melawan dolar AS.

Tag : Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top