PLB Bisa Tingkatkan Kepercayaan Global Terhadap Pasar Timah Indonesia

Dengan transaksi timah di pusat logistik berikat (PLB), buyer asing bisa mendapatkan kepastian hukum dan tidak perlu mengkhawatirkan adanya potensi gagal serah.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 08 Agustus 2019  |  18:33 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Perdagangan timah melalui Pusat Logistik Berikat (PLB) dinilai bisa menjadi penyelesaian menurunnya ekspor dan memulihkan ketidakpercayaan pasar global terhadap pasar timah Indonesia.

Direktur Utama Indonesia Clearing House Nursalam mengatakan bahwa barang ekspor yang masuk ke dalam PLB dapat dipastikan merupakan barang yang telah memenuhi persyaratan dan ketentuan ekspor.

"Oleh karena itu, barang tersebut telah memperoleh imunitas dan memiliki kepastian hukum yang jelas," ujar Nursalam kepada Bisnis.com, usai acara pembukaan Program P4wPB di BKDI, Kamis (8/8/2019).

Dia juga mengatakan, ketika barang telah memasuki PLB maka ketentuan barang tersebut sudah berada di luar negeri sehingga jika terdapat pergantian regulasi dan lain-lain, maka barang tersebut tidak terkena dampaknya.

Dengan demikian, buyer asing bisa mendapatkan kepastian hukum dan tidak perlu mengkhawatirkan adanya potensi gagal serah.

Adapun, BKDI telah menetapkan bahwa setelah terjadinya transaksi timah di bursa, maka timah murni batangan akan dikirim kepada ICDX Logistik Berikat (ILB) sebagai salah satu mekanisme yang terinteregasi dengan program PLB milik Presiden Joko Widodo.

Namun, hingga saat ini Nursalam mengaku belum terdapat pedagang yang menggunakan PLB karena perdagangan ekspor pun kembali tersendat akibat persyaratan ekspor terbaru terkait Competent Person Indonesia (CPI) Estimasi Cadangan.

Sementara itu, Sekjen Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI) Jabin Sufianto juga mengaku belum terdapat eksport yang telah menggunakan PLB tersedia.

"Sepertinya belum ada atau jarang yang mengunakan PLB timah yang ada, mengingat terdapat dua poin yang menghambat," ujar Jabin kepada Bisnis.com, Kamis (8/8/2019).

Adapun, dua poin yang cenderung menjadi penghambat eksportir menggunakan PLB adalah biaya PLB yang relatif tinggi sehingga tidak menarik bagi para pelaku usaha.

Kemudian letak PLB timah yang berada di Bangka Belitung, dan tidak terdapat pelayaran rutin untuk kapal kontainer yang memungkinkan pelaku dapat hanya menjual satu kontainer dengan biaya pengiriman yang cukup kompetitif untuk pengiriman container dalam jumlah sedikit.

Namun demikian, jika kedua hal tersebut dapat diperhatikan lebih, dirinya yakin PLB akan sangat membantu perdagangan ekspor timah Indonesia yang tengah mengalami krisis kepercayaan pasar global.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa komoditas, timah

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top