Komoditas Tumbang, Indeks Stoxx 600 Anjlok Lebih dari 2 Persen

Bursa Eropa anjlok ke level terendahnya dalam dua bulan pada akhir perdagangan Senin (5/8/2019) akibat tertekan aksi jual global yang didorong oleh eskalasi ketegangan perdagangan Amerika Serikat (AS) dan China.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 06 Agustus 2019  |  06:10 WIB
Komoditas Tumbang, Indeks Stoxx 600 Anjlok Lebih dari 2 Persen
Indeks Stoxx - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Eropa anjlok ke level terendahnya dalam dua bulan pada akhir perdagangan Senin (5/8/2019) akibat tertekan aksi jual global yang didorong oleh eskalasi ketegangan perdagangan Amerika Serikat (AS) dan China.

Nilai tukar yuan China melemah ke level terendahnya dalam lebih dari satu dekade, sedangkan saham-saham pertambangan, barang mewah, dan teknologi yang sensitif terhadap perdagangan bertumbangan.

Berdasarkan data Reuters, indeks Stoxx 600 ditutup anjlok 2,3 persen pada Senin. Bersama dengan penurunan yang dialami pada Jumat (2/8), indeks saham acuan Eropa ini mencatat penurunan dua hari terbesar dalam lebih dari tiga tahun saat para pedagang ramai-ramai melepaskan saham dan memburu aset safe haven seperti obligasi pemerintah.

Saham grup pertambangan Rio Tinto dan BHP turun lebih dari 2 persen, sementara saham produsen baja ArcelorMittal melemah lebih dari 4% setelah pemerintah China membiarkan yuan menembus 7 per dolar, sehingga membuat harga tembaga dan besi lebih mahal di pasar global terbesar mereka itu.

Indeks saham terkait komoditas pun turun 2,9 persen ke level terendah dalam tujuh bulan.

Pergerakan yuan pada Senin dipandang sebagai tanda yang jelas bahwa China tidak akan mundur dalam menghadapi ancaman tarif impor baru oleh Presiden AS Donald Trump.

Ini artinya konflik perdagangan bisa menjadi lebih buruk. Trump sendiri menyebut langkah itu sebagai “manipulasi mata uang" dan "pelanggaran besar".

“Pergerakan hari ini memberi tekanan tambahan pada pasar ekuitas secara global karena jelas China tidak menyerah, China melawan balik. Tidak ada yang menyukai ketidakpastian ini,” terang Andre Bakhos, Managing Director di New Vines Capital.

Ancaman Trump pekan lalu untuk memberlakukan tarif 10 persen pada sisa impor China senilai US$300 miliar, ditambah kekecewaan tentang retorika Federal Reserve AS, telah menghentikan apa yang telah menjadi pemulihan stabil untuk pasar saham sejak aksi jual pada bulan Mei.

Saham barang mewah seperti pemilik Louis Vuitton LVMH dan produsen jam tangan Richemont dan Swatch, yang memperoleh sebagian besar pendapatan mereka dari China, ambrol antara 3,9 persen dan 6,8 persen, mendorong indeks barang pribadi dan rumah tangga turun 3,5 persen.

Sementara itu, saham perusahaan perangkat lunak SAP berada di antara yang membukukan penurunan terbesar pada Stoxx 600. Produsen pembuat chip AMS, Infineon, dan STMicroelectronic juga turun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa eropa, perang dagang AS vs China

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top