Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kekhawatiran Perlambatan Ekonomi Bertahan, Harga Karet Melemah di Hari Keempat

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif Desember 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) ditutup merosot 1,22 persen atau 2,2 poin di level 178 yen per kilogram (kg) dari level penutupan sebelumnya.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 31 Juli 2019  |  15:32 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet di Tokyo kembali ditutup melemah pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (31/7/2019), pelemahan di hari keempat berturut-turut.

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif Desember 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) ditutup merosot 1,22 persen atau 2,2 poin di level 178 yen per kilogram (kg) dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan kemarin, Selasa (30/7), harga karet kontrak Desember 2019 ditutup dengan pelemahan 2,54 persen atau 4,70 poin ke level 180,2 yen per kg (lihat tabel).

Sementara itu, harga karet kontrak September 2019 di Shanghai Futures Exchange hari ini berakhir menguat 15 poin atau 0,14 persen ke level 10.670 yuan per ton.

Dilansir Bloomberg, harga karet melemah di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang kesehatan permintaan mobil karena perang perdagangan AS-China menyeret ekonomi global.

Di China, pasar mobil terbesar di dunia, pelemahan permintaan diperkirakan berlanjut, dengan penjualan mobil dari pabrikan ke dealer atau wholesale turun selama 12 bulan berturut-turut hingga Juni.

Jauh dari China, produsen suku cadang mobil Jerman Schaeffler AG awal pekan ini memangkas prospek produksi otomotif menjadi minus 4 persen tahun ini, lebih rendah dari prediksi Februari sebesar -1 persen. Peringatan itu mengikuti prediksi serupa dari Bosch pekan lalu.

Konsumsi karet alam terkait erat dengan kesehatan ekonomi global, terutama permintaan kendaraan. Hal ini dikarenakan karet alam menjadi bahan baku dari produksi ban mobil dan sejumlah komponen lainnya.

Penurunan harga Karet menempatkan fokus lebih besar pada rencana pertemuan para pejabat dari Thailand, Indonesia dan Malaysia untuk membahas masalah-masalah termasuk pembatasan ekspor.

 

Pergerakan Harga Karet Kontrak Desember 2019 di Tocom
TanggalHarga (Yen/kg)Perubahan (persen)
31/7/2019178-1,22
30/7/2019180,2-2,54
29/7/2019184,90-1,44
26/7/2019187,60-0,58

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga karet
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top