KINERJA EMITEN : Semester I/2019, Laba Wijaya Karya (WIKA) Melonjak 72,23 Persen

Meski pendapatan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. turun 12,43 persen, tapi laba bersih yang diraih meningkat 72,23 persen pada semester I/2019.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 31 Juli 2019  |  09:03 WIB
KINERJA EMITEN : Semester I/2019, Laba Wijaya Karya (WIKA) Melonjak 72,23 Persen
Presiden Direktur PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Tumiyana (kanan) memberikan paparan saat berkunjung ke kantor redaksi Bisnis Indonesia, di Jakarta, Rabu (17/10/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. membukukan laba bersih Rp890,88 miliar pada semester I/2019 atau tumbuh 72,23 persen secara tahunan.

Berdasarkan laporan keuangan semester I/2019, yang dipublikasikan pada Rabu (31/7/2019), Wijaya Karya membukukan pendapatan Rp11,36 triliun. Pencapaian itu tercatat turun 12,43 persen dari periode yang sama tahun lalu, yang senilai Rp12,97 triliun.

Seiring dengan penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan emiten bersandi WIKA itu juga turun 12,75 persen secara tahunan. Jumlah yang dikeluarkan turun dari Rp11,49 triliun pada semester I/2018 menjadi Rp10,02 triliun pada semester I/2019.

Pada semester I/2019, WIKA melaporkan bagian laba entitas ventura bersama tumbuh 110,23 persen secara tahunan, dari Rp151,85 miliar menjadi Rp319,23 miliar.

Adapun jumlah pendapatan lain-lain yang dibukukan oleh kontraktor pelat merah tersebut senilai Rp248,8 miliar pada semester I/2019. Posisi itu berbalik dari jumlah beban lain-lain Rp396,92 miliar pada semester I/2018.

Dengan demikian, perseroan mengantongi laba bersih Rp890,88 miliar pada semester I/2019, meroket 72,23 persen dari Rp517,25 miliar periode yang sama tahun lalu.

Sebagai catatan, WIKA membidik penjualan Rp42,13 triliun dan laba bersih Rp3,01 triliun pada 2019.

Beberapa waktu lalu, WIKA menyepakati peralihan saham atau divestasi kepemilikan 20,34 persen di ruas tol Surabaya—Mojokerto kepada Astra Infra melalui, PT Astra Tol Nusantara. Dari situ, kontraktor pelat merah tersebut mengantongi dana segar Rp715 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wijaya karya, emiten bumn

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top