Realisasi Investasi Indonesia Berpotensi Jadi Jamu Kuat Rupiah

Berdasarkan laporan BKPM, realisasi investasi Indonesia pada kuartal II/2019 berhasil tumbuh 13,7 persen menjadi Rp200,5 triliun dibandingkan dengan Rp176,3 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 30 Juli 2019  |  12:53 WIB
Realisasi Investasi Indonesia Berpotensi Jadi Jamu Kuat Rupiah
Nasabah menghitung uang di sebuah Money Changer, di Jakarta, Rabu (12/6/2019). - Bisnis/Himawan L. Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA -- Rupiah berpeluang menguat pada perdagangan Selasa (30/7/2019), seiring dengan lebih baiknya realisasi pertumbuhan investasi Indonesia yang dirilis oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dibandingkan perkiraan pasar.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Selasa (30/7) hingga pukul 12.40 WIB, rupiah berada di level Rp14.029 per dolar AS, melemah tipis 0,06 persen atau 9 poin.

Mengutip riset PT Asia Trade Point Futures, nilai tukar rupiah saat ini terpantau berhasil cenderung menguat, setelah pada sesi perdagangan pagi mata uang Garuda sempat melemah hingga menyentuh level Rp14.035 per dolar AS.

"Realisasi investasi dalam negeri yang baru dirilis oleh BKPM tampaknya akan membuat nilai tukar rupiah bergerak lebih baik dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya," tulis Asia Trade Point Futures dalam publikasi risetnya, Selasa (30/7).

Berdasarkan laporan BKPM, realisasi investasi Indonesia pada kuartal II/2019 berhasil tumbuh 13,7 persen menjadi Rp200,5 triliun dibandingkan dengan Rp176,3 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, sepanjang semester I/2019, total investasi mencapai Rp395,6 triliun atau tumbuh 9,4 persen dibandingkan dengan semester I/2018 yang hanya sebesar Rp361,6 triliun.

Kendati demikian, sepanjang pekan ini, penggerak rupiah tampaknya akan lebih didominasi oleh sentimen eksternal. Saat ini, pasar cenderung berhati-hati dan wait and see menanti kebijakan moneter The Fed, yang akan dimulai pada hari ini hingga Rabu (31/7). 

Pasar berharap The Fed dapat memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps), menjadi penurunan suku bunga pertama bagi bank sentral AS tersebut dalam 1 dekade terakhir.

Selain itu, pada bulan ini, Bank of Japan (BOJ) masih memilih untuk mempertahankan tingkat suku bunga sebesar -0,1 persen yang secara umum kebijakan tersebut telah diprediksi pasar.

"Selain kebijakan beberapa bank sentral di dunia, pasar juga menanti data tenaga kerja AS periode Juli 2019, yang dijadwalkan rilis pada Jumat (2/8)," papar Asia Trade Point Futures.

Asia Trade Point Futures memprediksi pada perdagangan hari ini, rupiah bergerak di kisaran level Rp13.980 per dolar AS hingga Rp14.040 per dolar AS. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gonjang Ganjing Rupiah, investasi

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top