Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PDB AS Dorong Minat Investor, Dolar AS Bergerak di Kisaran Tertinggi Dua Bulan

Dolar Amerika Serikat bergerak pada kisaran level tertinggi dalam dua bulan terakhir pada perdagangan Senin (29/7/2019) menyusul data produk domestik bruto (PDB) AS yang lebih baik dari yang perkiraan pekan lalu.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 29 Juli 2019  |  11:08 WIB
Ilustrasi Dolar AS - Reuters
Ilustrasi Dolar AS - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Dolar Amerika Serikat bergerak pada kisaran level tertinggi dalam dua bulan terakhir pada perdagangan Senin (29/7/2019). Capaian itu menyusul data produk domestik bruto (PDB) AS yang lebih baik dari yang perkiraan pekan lalu.

Dilansir Reuters, PDB AS meningkat 2,1 persen secara year-on-year (yoy) pada kuartal II/2019, di atas perkiraan analis sebesar 1,8 persen, karena lonjakan belanja konsumen mengimbangi sebagian hambatan dari penurunan ekspor dan penurunan persediaan.

Bank sentral AS, Federal Reserve, diperkirakan akan memangkas suku bunga untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade pekan ini, tetapi langkah tersebut secara luas dipandang sebagai tindakan pencegahan untuk melindungi ekonomi dari ketidakpastian global dan tekanan perdagangan.

“Yang menarik bagi semua orang saat ini adalah apakah AS akan memasuki siklus penurunan suku bunga penuh. Angka PDB sedikit lebih kuat dari yang diperkirakan, membuat pandangan AS memasuki siklus pelonggaran yang panjang,” kata Kyosuke Suzuki, direktur valas di Societe Generale, seperti dikutip Reuters.

Indeks dolar AS, yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau melandai 0,028 poin atau 0,04 persen ke level 97,972 pada pukul 10.32 WIB.

Indeks dolar sebelumnya dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,19 poin atau 0,02 persen ke level 97,991, setelah pada perdagangan Jumat (26/7) ditutup menguat 0,192 poin atau 0,2 persen ke level 98,010.

Meskipun melandai, dolar AS masih dalam kisaran level tertinggi dua bulan setelah data produk domestik bruto (PDB) AS yang lebih baik dari yang perkiraan pekan lalu mendorong daya tarik terhadap mata uang lain.

Data PDB tersebut juga mendorong kenaikan imbal hasil obligasi AS dan mengokohkan ekspektasi bahwa The Fed akan melakukan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin, lebih kecil dari perkiraan sebelumnya sebesar 50 basis poin, menjadi 2,0-2,25 persen.

Sementara itu, pasar berjangka AS memperkirakan total pemangkasan suku bunga acuan hampir 75 basis poin hingga akhir tahun menjadi 1,5-1,75 persen. Namun, dengan angka tersebut, dolar AS masih memiliki suku bunga tertinggi di antara mata uang utama lainnya.

Sebelumnya, Bank Sentral Eropa (ECB) pekan lalu mengisyaratkan kemungkinan pemangkasan suku bunga lebih dalam menjadi negatif dan mengadopsi langkah-langkah pelonggaran lebih lanjut pada bulan September untuk menopang ekonomi zona euro yang kendur.

Sementara itu, dolar AS cenderung datar terhadap euro di posisi US$1,11315 per euro di Asia dan tidak jauh dari level Kamis pada US$1,1101, tertinggi sejak Mei 2017.

Terhadap yen, dolar AS diperdagangkan pada 108,62 yen, turun tipis dari level akhir pada Jumat, ketika telah naik ke level tertinggi dua pekan di 108,83 yen.

Sebelum The Fed, Bank of Japan memulai pertemuan kebijakan dua hari pada hari ini. Pelaku pasar memperkirakan BOJ mengirim pesan dovish dan mencoba untuk menggunakan pelonggaran dengan mengubah pedoman, namun menahan diri dari penurunan suku bunga dan langkah kebijakan utama lainnya karena kurangnya amunisi kebijakan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dolar as
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top