Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kurs Tengah Melemah 15 Poin, Mata Uang Asia Tertekan

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Jumat (26/7/2019) di level Rp14.001 per dolar AS, melemah 15 poin atau 0,1 persen dari posisi Rp13.986 pada Kamis (25/7/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 26 Juli 2019  |  12:32 WIB
Karyawan menata uang rupiah di Cash Center Bank BNI di Jakarta, Rabu (10/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Karyawan menata uang rupiah di Cash Center Bank BNI di Jakarta, Rabu (10/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs te8ngah hari ini, Jumat (26/7/2019) di level Rp14.001 per dolar AS, melemah 15 poin atau 0,1 persen dari posisi Rp13.986 pada Kamis (25/7/2019).

Kurs jual ditetapkan di Rp14.071 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp13.931 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp140.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 31 poin atau 0,22 persen ke level Rp14.008 per dolar AS pada pukul 11.00 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (25/7), rupiah mampu ditutup menguat 0,14 persen atau 20 poin di level Rp13.977 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah mulai tergelincir dari penguatannya dengan dibuka terdepresiasi 0,16 persen atau 23 poin di level Rp14.000 per dolar AS. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.000-Rp14.007 per dolar AS.

Mata uang lainnya di Asia mayoritas juga melemah, dipimpin won Korea Selatan yang turun 0,23 persen pada pukul 11.00 WIB (lihat tabel).

Pergerakan kurs mata uang di Asia terhadap dolar AS
Mata uangKursPergerakan (persen)
Won Korea Selatan1.184,21-0,23
Rupiah14.008-0,22
Ringgit Malaysia4,1198-0,13
Yuan Onshore China6,8788-0,09
Yuan Offshore China6,8791-0,08
Dolar Singapura1,3682-0,06
Rupee India69,0788-0,05
Baht Thailand30,981-0,04
Peso Filipina51,140-0,02
Dolar Taiwan31,078-0
Dolar Hong Kong7,8156+0,02
Yen Jepang108,62+0,01

Dilansir dari Bloomberg, mata uang emerging market di Asia bergerak ke posisi lebih rendah di tengah penurunan bursa saham di kawasan ini dan penguatan dolar AS yang didorong kuatnya pesanan barang tahan lama.

Indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau melandai 0,053 poin atau 0,05 persen ke level 97,765 pada pukul 09.53 WIB.

Pergerakan indeks sebelumnya dibuka turun tipis 0,025 poin atau 0,03 persen di level 97,793, setelah berakhir menguat 0,09 persen atau 0,089 poin di posisi 97,818 pada perdagangan Kamis (25/7).

Meski pergerakannya lungsur ke zona merah pada perdagangan pagi ini, Jumat (26/7), indeks dolar tetap bergerak di kisaran kenaikannya yang telah dibukukan untuk hari kelima berturut-turut pada Kamis (25/7).

“Pesanan barang tahan lama AS yang kuat mendukung pergerakan dolar AS dan menghasilkan bias kenaikan secara umum untuk dolar AS terhadap [mata uang] Asia,” ujar Frances Cheung, kepala strategi makro Asia di Westpac Banking Corp.

Lonjakan imbal hasil Treasury AS dan pesanan barang modal AS memberi lebih banyak alasan bagi para pedagang untuk mempertimbangkan kembali ekspektasi pelonggaran moneter global.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)
TanggalKurs
26 Juli14.001
25 Juli13.986
24 Juli14.011
23 Juli13.973
22 Juli13.963

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kurs tengah bi
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top