Kurs Tengah Menguat 25 Poin, Ini Kata Analis Soal Keunggulan Rupiah di Asia

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Kamis (25/7/2019) di level Rp13.986 per dolar AS, menguat 25 poin atau 0,17 persen dari posisi Rp14.011 pada Rabu (24/7/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 25 Juli 2019  |  11:58 WIB
Kurs Tengah Menguat 25 Poin, Ini Kata Analis Soal Keunggulan Rupiah di Asia
Karyawan menata uang rupiah di Cash Center Bank BNI di Jakarta, Rabu (10/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Kamis (25/7/2019) di level Rp13.986 per dolar AS, menguat 25 poin atau 0,17 persen dari posisi Rp14.011 pada Rabu (24/7/2019).

Kurs jual ditetapkan di Rp14.056 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp13.916 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp140.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menguat 13 poin atau 0,09 persen ke level Rp13.984 per dolar AS pada pukul 11.00 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Rabu (24/7), rupiah berakhir terdepresiasi 0,09 persen atau 12 poin di level Rp13.997 per dolar AS, pelemahan hari ketiga beruntun.

Nilai tukar rupiah mulai rebound dari pelemahannya dengan dibuka terapresiasi 0,05 persen atau 7 poin di level Rp13.990 per dolar AS. Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp13.975-Rp13.991 per dolar AS.

Seiring dengan penguatan nilai tukar rupiah, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau turun tipis 0,007 poin atau 0,01 persen ke level 97,722 pada pukul 10.50 WIB.

Pergerakan indeks sebelumnya dibuka dengan pelemahan 0,051 poin atau 0,05 persen di level 97,678, setelah berakhir naik tipis 0,02 persen atau 0,024 poin di posisi 97,729 pada perdagangan Rabu (24/7). 

Mata uang lainnya di Asia cenderung bergerak variatif dengan kisaran tipis. Penguatan rupiah setidaknya membawa mata uang Garuda menjadi yang terkuat setelah nilai tukar peso Filipina yang naik 0,18 persen terhadap dolar AS pada pukul 11.00 WIB.

Di sisi lain, won Korea Selatan yang terdepresiasi 0,14 persen memimpin pelemahan mata uang lainnya (lihat tabel).

Pergerakan kurs mata uang di Asia terhadap dolar AS

Mata uang

Kurs

Pergerakan (persen)

Peso Filipina

51,091

+0,18

Rupiah

13.984

+0,09

Baht Thailand

30,900

+0,05

Dolar Taiwan

31,067

+0,04

Yen Jepang

108,17

+0,02

Rupee India

68,9688

+0,02

Won Korea Selatan

1.179,53

-0,14

Yuan Onshore China

6,8757

-0,05

Yuan Offshore China

6,8778

-0,02

Dolar Singapura

1,3649

-0,02

Ringgit Malaysia

4,1175

-0,02

Dolar Hong Kong

7,8153

-0,01

Dilansir dari Bloomberg, mata uang Asia sebagian besar bergerak tipis menjelang rilis hasil pertemuan kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis (25/7/2019) waktu setempat.

Nilai tukar peso sendiri mampu menguat setelah seorang anggota dewan bank sentral Filipina mengatakan tidak terburu-buru untuk melakukan penurunan suku bunga lagi. Di sisi lain, won Korsel melemah saat ketegangan geopolitik kembali berkobar di semenanjung Korea.

Korea Utara dikabarkan meluncurkan setidaknya dua proyektil pada Kamis pagi (25/7) dari bagian timur Semenanjung Korea, hanya beberapa jam setelah Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton meninggalkan Korea Selatan.

Pakar strategi valas dan makro global di Standard Chartered, Mayank Mishra, mengatakan rupiah adalah pilihan utama (top pick) perusahaan jasa keuangan multinasional ini.

“Rupiah adalah top pick-nya Standard Chartered di antara nilai tukar mata uang asing di Asia karena menawarkan valuasi yang lebih menarik ketimbang mata uang INR (rupee India) yang berimbal hasil tinggi,” terang Mishra, dikutip dari Bloomberg.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)

Tanggal

Kurs

25 Juli

13.986

24 Juli

14.011

23 Juli

13.973

22 Juli

13.963

19 Juli

13.913

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kurs tengah bi

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top