Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bursa Asia Hijau, IHSG Akhiri Pelemahan Tiga Hari

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 0,26 persen atau 16,38 poin ke level 6.401,36 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Rabu (24/7), IHSG berakhir melemah 0,29 persen atau 18,82 poin di level 6.384,99, penurunan hari ketiga berturut-turut.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 25 Juli 2019  |  16:18 WIB
Karyawan beraktivitas di gedung Bursa Efek Indonesia. - Bisnis/Abdullah Azzam
Karyawan beraktivitas di gedung Bursa Efek Indonesia. - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu kembali ke level 6.400 dan ditutup rebound pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (25/7/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 0,26 persen atau 16,38 poin ke level 6.401,36 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Rabu (24/7), IHSG berakhir melemah 0,29 persen atau 18,82 poin di level 6.384,99, penurunan hari ketiga berturut-turut.

Indeks mulai bangkit dari pelemahannya dengan dibuka rebound 0,12 persen atau 7,4 poin di level 6.392,39. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 6.386,29 – 6.412,72.

Tujuh dari sembilan sektor berakhir di wilayah positif, dipimpin sektor properti yang naik 1,29 persen dan aneka industri dengan penguatan 1,27 persen. Di sisi lain, sektor barang konsumsi dan tambang melemah masing-masing 0,44 persen dan 0,41 persen.

Dari 652 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 201 saham menguat, 188 saham melemah, dan 263 saham stagnan.

Saham PT Astra International Tbk. (ASII) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang masing-masing menguat 1,74 persen dan 1,30 persen menjadi penopang utama pergerakan IHSG.

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini

Sementara itu, indeks Bisnis-27 ditutup rebound dengan penguatan 0,4 persen atau 2,25 poin ke level 567,26.

Sejalan dengan penguatan IHSG, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 20 poin atau 0,14 persen ke level Rp13.977 per dolar AS, setelah bergerak pada kisaran Rp13.975 – Rp13.991 per dolar AS.

Sementara itu, indeks saham lainnya di Asia terpantau mayoritas menguat. Indeks Nikkei 225 Jepang menyentuh level tertinggi dalam hampir tiga bulan terakhir sebelum memangkas kenaikan menjadi 0,26 persen. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia mendekati level tertinggi 12 tahun.

Indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China menguat masing-masing 0,48 persen, karena investor melihat harapan untuk pertemuan tatap muka antara negosiator AS dan China pekan depan.

Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan tim perundingnya dikabarkan akan berada di Shanghai pada Senin (29/7) hingga Rabu (31/7) untuk membahas sejumlah isu perdagangan dengan rekan-rekan sejawatnya di China.

Di sisi lain, indeks Kospi Korea Selatan melemah 0,46 persen karena saham produsen chip terkemuka berbalik melemah di tengah ketegangan perdagangan Korsel dengan Jepang.

Dilansir dari Reuters, bursa Asia menguat menjelang pengumuman keputusan kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) dalam pertemuannya yang berakhir Kamis (25/7/2019) waktu setempat.

 “Suku bunga yang lebih rendah pada umumnya adalah kabar baik bagi harga saham,” ujar Jim McCafferty, kepala riset ekuitas di Nomura.

Memperkuat ekspektasi tersebut, serangkaian indeks manajer pembelian (Purchasing Managers’ Index/PMI) di Amerika Serikat dan Eropa pada hari Rabu mencatat angka yang lebih rendah dari perkiraan.

"Ekuitas telah sebagian besar menangkal kondisi global yang lebih lemah mengingat prospek pelonggaran bank sentral, dan musim pendapatan yang sejauh ini mencatat 78 persen dari emiten di indeks S&P 500 AS melampaui perkiraan," kata Tapas Strickland, direktur ekonomi dan pasar di National Australia Bank.

Perhatian pasar pada hari Kamis akan tertuju pada keputusan suku bunga ECB setelah data PMI menunjukkan manufaktur zona euro terkontraksi untuk bulan keenam berturut-turut.

"Dengan proyeksi penurunan suku bunga mencapai 50 persen, pasar mengharapkan setidaknya ada perubahan sikap Mario Draghi menjadi lebih dovish," ungkap tim riset ANZ dalam sebuah catatan.

Saham-saham pendorong IHSG:
KodePerubahan (persen)
ASII+1,74
BMRI+1,30
MKPI+18,79
INTP+2,58

Saham-saham penekan IHSG:
KodePerubahan (persen)
HMSP-1,31
UNVR-1,05
GGRM-2,15
MEGA-5,56

Sumber: Bloomberg


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top