Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bursa Eropa Ditutup Menguat Tipis Jelang Pertemuan ECB

Bursa saham Eropa ditutup menguat tipis di level tertinggi dalam dua pekan terakhir pada perdagangan Rabu (24/7/2019), menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa yang diantisipasi pelaku pasar.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 25 Juli 2019  |  02:40 WIB
Indeks Bursa Eropa - Reuters
Indeks Bursa Eropa - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Eropa ditutup menguat tipis di level tertinggi dalam dua pekan terakhir pada perdagangan Rabu (24/7/2019), menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa yang diantisipasi pelaku pasar.

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat hanya 0,05 persen atau 0,19 poin ke level 391,73. Di sisi lain, indeks FTSE 100 Inggris ditutup melemah 0,7 persen karena emiten tambang melemah menyusul penurunan harga bijih besi di China.

Dilansir Reuters, optimisme atas perundingan AS-China juga turut membantu sektor-sektor yang sensitif terhadap perdagangan termasuk otomotif dan teknologi, menambah hasil optimis dari emiten chip, Texas Instruments.

Selain itu, produsen chip Eropa ASM International, Infineon Technologies dan Siltronic menguat pada kisaran 3 persen hingga 6,5 persen. Adapun saham Daimler AG naik 2,5 persen setelah mengatakan akan mengintensifkan pemotongan biaya.

Pelaku pasar berpendapat bahwa langkah besar berikutnya terhadap pasar mungkin bergantung pada seberapa kuat sinyal ECB pada hari Kamis mengenai dukungan untuk pertumbuhan, dan respon Federal Reserve AS satu pekan kemudian dalam pertemuan kebijakannya.

"Ada perasaan di pasar ini bahwa semuanya tergantung pada bank sentral dan mereka harus memuaskan pasar," kata Craig Erlam, analis pasar senior di Oanda, seperti dikutip Reuters.

Saham telah melemah pada bulan Juli sejak pulih dari aksi jual kuat pada bulan sebelumnya, yang merupakan penurunan terburuk dalam lebih dari dua tahun terakhir.

Investor telah menurunkan perkiraan pendapatan emiten dan hasil survei terbaru yang disertai survei indeks manajer pembelian (PMI) menunjukkan pertumbuhan bisnis zona euro pada bulan Juli lebih lemah dari yang diperkirakan dan akan menjadi lebih buruk.

Sektor perbankan berada di antara sektor yang paling terpukul dengan pelemahan 0,7 persen, karena imbal hasil obligasi pemerintah zona euro merosot menyusul data yang lesu, sehingga meningkatkan kemungkinan bahwa ECB harus melakukan pelonggaran kebijakan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa eropa
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top