REKOMENDASI SAHAM: Sedang Terkoreksi, ASII Masih Menarik Dikoleksi?

Sepanjang tahun berjalan 2019, saham ASII mencetak return negatif 13,68%. Pada akhir perdagangan Rabu (17/7/2019), sahamnya parkir di level harga Rp7.100.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 18 Juli 2019  |  10:21 WIB
REKOMENDASI SAHAM: Sedang Terkoreksi, ASII Masih Menarik Dikoleksi?
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/5/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Laju penjualan otomotif pada paruh pertama 2019 tak sekencang periode yang sama tahun lalu. Bagaimana prospek PT Asta International Tbk. pada semester II/2019 dan mampukah saham ASII kembali melaju di zona hijau?

Sepanjang tahun berjalan 2019, saham ASII mencetak return negatif 13,68%. Pada akhir perdagangan Rabu (17/7/2019), sahamnya parkir di level harga Rp7.100.

Dalam risetnya, analis Danareksa Sekuritas Stefanus Darmagiri menyebutkan bahwa lemahnya penjualan mobil dalam negeri pada semester I/2019 disebabkan kurangnya peluncuran model baru dan tingkat suku bunga yang tinggi.

Selain itu, harga komoditas yang lemah turut menekan penjualan mobil, sehingga volume penjualan mobil semua merek besar di Indonesia mengalami penurunan.

“Penjualan semester I/2019 41,5% di bawah proyeksi kami,” sebutnya.

Sementara itu, untuk kinerja penjualan ASII, dia menyebutkan bahwa perseroan masih dapat menjaga market share di atas 50% sepanjang semester pertama.

Pertumbuhan penjualan mobil ASII hanya terkoreksi sekitar 5,6% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, hasil tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan kompetitor yang terkoreksi dengan angka dua digit.

“Mitsubishi, Honda, dan Suzuki mencatatkan pertumbuhan negatif sebesar dua digit,” ungkapnya.

Dia menilai di tengah ketatnya kompetisi penjualan mobil dalam negeri, ASII dipercaya masih dapat mempertahankan market share di atas 50% sepanjang tahun ini.

Penjualan akan lebih banyak dikontribusikan oleh varian Xenia dan Avanza yang hadir dengan tampilan baru, serta penjualan Rush dan Terios yang sangat kuat.

Selain itu, gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) pada Juli 2019, dan hari kerja yang lebih banyak diprediksi akan mendukung penjualan mobil yang lebih baik dibandingkan dengan semester I/2019.

Pada 2019, pendapatan ASII diestimasi mencapai Rp243,18 triliun, naik dari Rp239,2 triliun pada 2018. Adapun, laba bersihnya diperkirakan meningkat dari Rp21,67 triliun pada 2018 menjadi Rp23,75 triliun pada tahun ini.

“Kami merekomendasikan beli untuk saham ASII dengan target harga Rp8.800. Target itu mengimplikasikan proyeksi harga per laba 15 kali pada 2019,” pungkasnya.

Sementara itu, Analis J. P. Morgan Benny Kurniawan dalam risetnya menjelaskan bahwa gelaran GIIAS 2019 diprediksi tidak berdampak besar terhadap penjualan mobil Astra.

Pasalnya, di gelaran tersebut, produk Astra akan dihadapkan dengan Mitsubishi Eclipse Cross dan Renault Triber sebagai penantang baru.

“Kami melihat adanya risiko untuk market share setelah gelaran pameran tersebut, terutama dengan hadirnya Eclipse Cross,” sebutnya.

Kendati demikian, dia menilai ASII masih mampu untuk menjaga market share hingga akhir 2019 di atas 52%.

Dia melihat ada beberapa katalis positif untuk penjualan mobil pada semester II/2019 yakni adanya potensi penurunan suku bunga yang dinilai dapat meningkatkan permintaan penjualan mobil.

“Kami menyematkan status overweight untuk saham ASII dengan target harga Rp7.350,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
astra, rekomendasi saham

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top