Harga Minyak Global Menguat Tipis, Usai Amblas 3 Persen

Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 18:22 WIB, harga minyak mentah West Texas Intermediate menguat tipis 0,59 persen atau 0,34 poin ke posisi US$57,96 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah Brent menguat 0,93 persen atau 0,60 poin ke posisi US$64,95 per barel.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 17 Juli 2019  |  19:15 WIB
Harga Minyak Global Menguat Tipis, Usai Amblas 3 Persen
Kilang Minyak - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah global kembali menguat pada Rabu (17/7/2019), setelah sempat merosot sehari sebelumnya.

Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 18:22 WIB, harga minyak mentah West Texas Intermediate menguat tipis 0,59 persen atau 0,34 poin ke posisi US$57,96 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah Brent menguat 0,93 persen atau 0,60 poin ke posisi US$64,95 per barel.

Penguatan minyak kali ini didukung oleh data merosotnya persediaan minyak mentah AS. Mengutip Reuters, American Petroleum Institute melaporkan, persediaan minyak mentah AS turun 1,4 juta barel pada pekan lalu menjadi 460 juta barel. Para analis memperkirakan penurunan sebesar 2,7 juta barel.

Penurunan yang lebih kecil dari perkiraan ini, menunjukkan penutupan produksi yang disebabkan oleh Badai Barry akhir pekan lalu hanya berdampak kecil.

Stok bensin juga turun, data API menunjukkan, tetapi kurang dari yang diperkirakan, sedangkan persediaan hasil pengilangan naik lebih dari perkiraan.

Data resmi dari Energy Information Administration (EIA) pemerintah AS akan dirilis pada Rabu (17/7) pukul 14:30 GMT waktu setempat atau 9:30 WIB

Jika terkonfirmasi, maka hal itu akan menjadi penurunan mingguan kelima berturut-turut, peregangan terpanjang sejak awal 2018.

Sebelumnya, harga minyak mentah merosot lebih dari 3 persen, Selasa (16/7), setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut progres telah dibuat dengan Iran, sinyalemen ketegangan bakal mereda di Timur Tengah.

Harga Brent Crude berada turun 3,2 persen atau 2,13 poin ke posisi US$64,35 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate melemah 3,3 persen atau 1,96 poin menjadi US$57,62 per barel.

“Apa yang menjadi [sentimen] penarik harga minyak telah menjadi penghalang [kenaikan],” kata Bob Yawger, Direktur Energi Berjangka di Mizuho, New York, seperti dikutip dari Reuters.

Dia mengatakan, ketegangan yang sama antara Iran dan AS etlah mendongkrak harga minyak lebih tinggi di awal sesi, kemudian meredam setelah komentar Trump.

Pada Selasa (16/7), Trump mengatakan, banyak kemajuan telah dibuat oleh Iran, tetapi Trum tidak menjelaskan lebih jauh maksud pernyataannya tersebut.

Trump, yang membuat pernyataan pada pertemuan Kabinet di Gedung Putih, tidak memberikan perincian tentang kemajuan tersebut. Namun, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan,  Iran telah menyatakan siap untuk bernegosiasi tentang program misilnya.

Sebelumnya, tensi antara Amerika Serikat dan Iran mengenai program nuklir Teheran telah mendorong harga minyak berjangka menguat, mengingat potensi lonjakan harga jika situasinya memburuk.

Sementara itu, ketidakpastian tentang prospek ekonomi China juga menekan harga lebih rendah, setelah data pada awal pekan ini menunjukkan pertumbuhan di negara itu telah melambat menjadi 6,2 persen dari tahun sebelumnya, laju terlemah dalam setidaknya 27 tahun.

Pada saat yang sama, perusahaan-perusahaan minyak AS pada juga mulai memulihkan sebagian dari hampir 74 persen produksi yang ditutup di anjungan di Teluk Meksiko karena Badai Barry.

Para pekerja kembali ke lebih dari 280 anjungan produksi yang telah dievakuasi. Diperlukan beberapa hari untuk melanjutkan produksi penuh.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Minyak, harga minyak mentah wti

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top