Penuhi Permintaan Musim Panas, Produksi Batu Bara China Meningkat

Biro Statistik Nasional China seperti dikutip dari Reuters, Selasa (16/7/2019), melaporkan produsen batu bara top dunia itu telah menghasilkan 333,35 juta ton batu bara pada Juni, atau naik 6,7% dari bulan sebelumnya. Selain itu, jumlah tersebut juga naik 10,4% secara tahunan (year on year).
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 16 Juli 2019  |  13:31 WIB
Penuhi Permintaan Musim Panas, Produksi Batu Bara China Meningkat
Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (3/1/2019). - ANTARA/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA – Produksi batu bara China menyentuh level tertinggi setelah naik 6,7% pada Juni dari bulan sebelumnya. Kenaikan produksi sejalan dengan tingginya permintaan saat musim panas.

Biro Statistik Nasional China seperti dikutip dari Reuters, Selasa (16/7/2019), melaporkan produsen batu bara top dunia itu telah menghasilkan 333,35 juta ton batu bara pada Juni, atau naik 6,7% dari bulan sebelumnya. Selain itu, jumlah tersebut juga naik 10,4% secara tahunan (year on year).

Adapun produksi selama paruh pertama 2019 telah mencapai 1,76 miliar ton, naik 2,6% dari periode yang sama tahun lalu.

Musim panas biasanya merupakan musim yang tinggi untuk permintaan listrik di Negeri Panda tersebut, karena meningkatnya penggunaan AC di cuaca panas.

Perencana negara bagian dan administrasi energi China telah meminta para penambang. Terutama produsen besar di Shanxi, Shaanxi dan Inner Mongolia untuk meningkatkan produksi bat ubara berkualitas tinggi guna memenuhi permintaan yang meningkat.

Pembangkit listrik China menghasilkan 583,4 miliar kilowatt- jam (kWh) daya pada bulan lalu, naik 2,8% secara tahunan. Adapun pemanfaatan pembangkit listrik tenaga batu bara naik 0,1% dari tahun lalu, setelah dua bulan mengalami penurunan secara tahunan.

Sementara itu, Beijing telah menyetujui kapasitas penambangan batu bara baru dalam beberapa bulan terakhir, meskipun terdapat dorongan untuk mempromosikan energi bersih dan pengurangan karbon.

Dengan kapasitas baru tersebut, harga batu bara di Zhengzhou Commodity Exchange CZCcv1 saat ini sekitar 583 yuan per ton, turun hampir 5% dari tertinggi 2 bulan 612,60 yuan pada pertengahan Juni.

Sementara itu, produksi batu bara kokas China, yang digunakan dalam pembuatan baja, naik 10,7% pada Juni menjadi 41,69 juta ton (yoy), sedangkan sejak awal tahun produksi batu bara tersebut mencapai 233,87 juta ton atau naik 6,7%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
komoditas, batu bara

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top