Produksi Gas Alam AS Diprediksi Tembus Rekor Sepanjang Masa

EIA memproyeksikan, konsumsi gas AS akan naik ke rekor tertinggi sepanjang masa 84,59 bcfd pada 2019 dari rekor tertinggi 82,07 bcfd setahun lalu. Adapun proyeksi permintaan 2019 laporan Juli tersebut naik dari perkiraan EIA 84,17 bcfd pada Juni.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 10 Juli 2019  |  20:31 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Produksi gas alam Amerika Serikat diperkirakan bakal naik ke titik tertinggi sepanjang masa, yaitu 91,35 miliar kaki kubik per hari (bcfd) pada 2019 dari rekor tertinggi sebesar 83,39 bcfd tahun lalu.

Hal tersebut terungkap dalam Outlook Energi Jangka Pendek (STEO) dari Energy Information Administration AS, Selasa (9/7), dikutip dari Reuters, Rabu (10/7/2019).

EIA memproyeksikan, konsumsi gas AS akan naik ke rekor tertinggi sepanjang masa 84,59 bcfd pada 2019 dari rekor tertinggi 82,07 bcfd setahun lalu. Adapun proyeksi permintaan 2019 laporan Juli tersebut naik dari perkiraan EIA 84,17 bcfd pada Juni.

Selain itu, EIA memperkirakan, produksi gas AS pada 2020 akan naik menjadi 92,79 bcfd, tetapi permintaan akan turun menjadi 84,54 bcfd.

Badan tersebut juga memperkirakan, ekspor gas bersih AS akan mencapai 5,1 bcfd pada 2019 dan 8,1 bcfd pada 2020. Jumlah itu naik dari 2,0 bcfd pada 2018.

Amerika Serikat menjadi eksportir gas untuk pertama kalinya dalam 60 tahun pada 2017.

Selain itu, gas diperkirakan akan menjadi bahan bakar pembangkit listrik utama pada 2019 dan 2020, setelah mengambil alih batu bara pada 2016.

Hal ini memproyeksikan pangsa pembangkit gas akan naik menjadi 38% pada 2019 dari 35% pada 2018, sebelum tergelincir menjadi 37 persen pada 2020.

Sementara itu, pangsa batu bara untuk pembangkit listrik diperkirakan akan turun menjadi 24% pada 2019 dan 23 persen pada 2020 dari 27 persen pada 2018.

EIA memproyeksikan sektor listrik akan membakar 537,7 juta ton batu bara pendek pada 2019, terendah sejak 1979, dan 515,4 juta ton pada 2020, terendah sejak 1978.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gas alam

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top