Ringkasan Perdagangan 28 Juni: IHSG & Rupiah Makin Kuat, Emas Mantul

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan penguatannya selama dua hari berturut-turut bersama dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 28 Juni 2019  |  22:18 WIB
Ringkasan Perdagangan 28 Juni: IHSG & Rupiah Makin Kuat, Emas Mantul
Pengunjung menggunakan ponsel di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di BEI, Jakarta, Selasa (11/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan penguatannya selama dua hari berturut-turut bersama dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Padahal, mayoritas indeks saham di kawasan Asia tertekan di zona merah saat para pelaku pasar memilih berhati-hati menjelang pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada Sabtu (29/6/2019) di Osaka, Jepang.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com hari ini, Jumat (28/6/2019):

IHSG Unjuk Gigi Saat Bursa Asia Tertekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan kenaikannya pada akhir perdagangan hari kedua berturut-turut, setelah sepanjang hari bergerak fluktuatif.

Sebaliknya, bursa Asia tertekan pelemahan yang dialami di Shanghai, sedangkan indeks saham acuan di Tokyo, Hong Kong, Korea Selatan, Singapura, dan Sydney mengalami penurunan moderat.

“Pelaku pasar mengambil pendekatan hati-hati menjelang pertemuan tingkat tinggi ini karena harapan untuk adanya terobosan tampak rendah,” ujar Konstantinos Anthis, kepala riset di ADSS.

Rupiah Ditutup Menguat

Nilai tukar rupiah berhasil melanjutkan penguatannya terhadap dolar AS untuk hari kedua berturut-turut. Rupiah ditutup menguat 14 poin atau 0,1 persen di level Rp14.126 per dolar AS.

Analis PT Monex Investindo Futures Andian mengatakan bahwa pergerakan rupiah kali ini cenderung tidak berbeda dari perdagangan sebelumnya.

"Putusan MK telah membuat minat investor mulai kembali ke Indonesia. Kendati demikian, dampaknya belum terlalu besar karena keputusan tersebut sudah diekspektasikan pasar," ujar Andian kepada Bisnis.com.

Satu Hari Jelang Temu Trump-Xi Jinping, Bursa Asia Melemah

Bursa Asia tertekan penurunan tajam yang dialami di Shanghai, sedangkan indeks saham acuan di Tokyo, Hong Kong, dan Sydney mengalami penurunan yang moderat.

Fokus pasar saat ini tertuju pada KTT G20 di Osaka, Jepang, di mana Trump dan Xi Jinping direncanakan akan bertemu pada Sabtu (29/6/2019) untuk mengupayakan mencapai terobosan dalam perang perdagangan.

“Potensi kekecewaan telah meningkat karena pasar memperhitungkan apa yang kami sebut ‘penundaan’ dalam perundingan AS-China,” ujar Jay Pelosky, chief investment officer TPW Investment Management.

Pergerakan Harga Emas

Harga emas Comex untuk kontrak Agustus 2019 terpantau menguat 4,70 poin atau 0,33 persen ke level US$1.416,70 per troy ounce pukul 18.38 WIB, saat indeks dolar AS lanjut melemah.

Pada saat yang sama, indeks dolar AS, yang melacak pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, lanjut turun 0,040 poin atau 0,04 persen ke posisi 96,154.  

Di dalam negeri, harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta pun naik Rp4.000 menjadi Rp711.000 per gram. Adapun harga pembelian kembali atau buyback emas Antam turun Rp4.000 menjadi Rp640.000 per gram.

Prospek Penjualan Mobil Suram, Harga Karet Muram

Harga karet di bursa komoditas Tokyo dan Shanghai kompak turun pada akhir perdagangan hari ini, di tengah kekhawatiran seputar permintaan dari lesunya prospek penjualan mobil di China.

Permintaan kendaraan di Negeri Tirai Bambu diperkirakan menurun untuk tahun kedua berturut-turut, karena banyak konsumen yang menunda pembelian akibat tensi perdagangan China dengan Amerika Serikat (AS).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Gonjang Ganjing Rupiah, Harga Emas Hari Ini

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup