Yen Lunglai, Harga Karet Tokyo Naik Terus

Harga karet di Tokyo berhasil memperpanjang kenaikannya pada perdagangan hari kedua berturut-turut, Kamis (27/6/2019), sejalan dengan berlanjutnya pelemahan nilai tukar yen.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 27 Juni 2019  |  15:58 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet di Tokyo berhasil memperpanjang kenaikannya pada perdagangan hari kedua berturut-turut, Kamis (27/6/2019), sejalan dengan berlanjutnya pelemahan nilai tukar yen.

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak November 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) ditutup menguat 0,96 persen atau 1,90 poin di level 199,20 yen per kg.

Adapun harga karet untuk kontrak teraktif Desember 2019 menanjak 1,04 persen atau 2 poin dan berakhir di level 194,60 yen per kg, setelah naik 0,1 persen atau 0,20 poin ke posisi 192,60 pada perdagangan Rabu (26/6/2019).

Menurut Gu Jiong, analis Yutaka Shoji, harga karet terdorong pelemahan yen dan menguatnya pergerakan saham pada indeks Nikkei. Indeks Nikkei 225 ditutup menguat 1,19 persen di level 21.338,17 hari ini.

“Penguatan Nikkei dan pelemahan yen Jepang membantu harga karet di bursa Tocom melanjutkan penguatannya,” jelasnya, seperti dikutip dari Bloomberg.

Nilai tukar yen terpantau lanjut melemah 0,2 poin atau 0,19 persen ke level 107,99 yen per dolar AS, setelah ditutup dengan pelemahan 0,6 poin atau 0,56 persen di posisi 107,79 pada Rabu.

Seperti diketahui, pelemahan nilai tukar yen terhadap dolar AS memberi angin segar bagi karet, yang dapat mengangkat harga komoditas ini dengan terdorongnya prospek permintaan dari pembeli asing.

Di sisi lain, harga karet kontrak September 2019 di Shanghai Futures Exchange hanya berakhir flat di level 11.645 yuan per ton, setelah mampu naik 30 poin atau 0,26 persen pada perdagangan Rabu.

Harga karet di Shanghai menahan penguatannya saat harga minyak mentah tergelincir dari rally yang mampu dibukukan pada perdagangan Rabu (26/6).

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus 2019 turun 0,61 persen atau 0,36 poin ke level US$59,02 per barel pada pukul 14.17 WIB, setelah berakhir melonjak 2,68 persen di level 59,38 kemarin.

Adapun harga minyak acuan global Brent untuk kontrak Agustus 2019 turun 0,66 persen atau 0,44 poin ke level US$66,05 per barel, setelah mampu naik lebih dari 2 persen pada Rabu (26/6).

Dilansir dari Reuters, harga minyak turun ke zona merah lantaran para trader menanti KTT G20 di Jepang, serta pertemuan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (the Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) dan produsen minyak lainnya terkait membahas perpanjangan pemangkasan produksi.

Pada umumnya, perdagangan karet tak mengalami pergerakan yang signifikan hari ini karena beragam pesan menjelang pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada Sabtu (29/6/2019) di sela-sela KTT G20, Osaka, Jepang.

Trump kembali mengancam akan mengenakan tarif lebih lanjut dengan besaran yang substansial jika kedua belah pehak tidak dapat mencapai kesepakatan perdagangan.

Padahal sebelumnya, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengutarakan harapannya kepada CNBC mengenai negosiasi perdagangan AS-China.

Pergerakan Harga Karet Kontrak November 2019 di Tocom

Tanggal                              

Harga (Yen/kg)               

Perubahan (persen)

27/6/2019

199,20

+0,96

26/6/2019

197,30

+0,25

25/6/2019

196,80

-0,61

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga karet

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top