Pilarmas Sekuritas : Pasar Obligasi Nanti Hasil Sidang MK dan Perang Dagang AS-China

Pagi ini, Kamis (27/6/2019), pasar obligasi diproyeksikan bergerak bervariasi dengan rentang harga 15 – 40 bps.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 27 Juni 2019  |  10:04 WIB
Pilarmas Sekuritas : Pasar Obligasi Nanti Hasil Sidang MK dan Perang Dagang AS-China
Ilustrasi - www.hennionandwalsh.com

Bisnis.com, JAKARTA — Pagi ini, Kamis (27/6/2019), pasar obligasi diproyeksikan bergerak bervariasi dengan rentang harga 15 – 40 bps.

Penantian akan hasil Mahkamah Konstitusi terjadap hasil pemilu domestik  dan pertemuan antara China dan Amerika menjadi sentiment kuat pasar hari ini.

Direktur Riset Pilarmas Investindo Sekuritas  Maximilianus Nico Demus mengatakan bahwa selama pasar obligasi tidak bisa menembus batas resistensi atas, ini hanya tinggal menunggu waktu saja sampai pasar obligasi mengalami penurunan.

 “Oleh sebab itu kehati-hatian merupakan hal yang terpenting saat ini. Transaksi obligasi menurut kami akan lebih baik kalau kita berfokus terhadap obligasi jangka pendek di tengah ketidakpastian yang mendera,” jelasnya melalui riset Kamis (27/6/2019).

Pagi ini kabar bahwa AS dan China hampir mencapai kesepakatan perdagangan berhembus setelah Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menyampaikan bahwa  kemajuan dapat dicapai selama pembicaraan pada akhir pekan antara Trump dan Xi Jinping di Osaka Jepang.

Konflik antara AS dan China sudah hampir berjalan setahun tetapi belum menghasilkan kesepakatan apapun.

Maximilianus melihat bahwa potensi untuk keduanya mencapai kesepakatan pada akhir pekan nanti, masih terbuka lebar.

Namun 65% di antaranya mungkin masih akan menemui kendala. Hal itu tidak lepas dari keinginan Trump untuk membuat neraca perdagangannya menjadi adil mesmi tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Defisit perdagangan yang sudah terjadi antara China dan Amerika sudah berlangsung cukup lama. Presiden China, Xi Jinping harus berjuang untuk memberikan sesuatu yang adil bagi Amerika tanpa mengubah fundamental bisnis dari China itu sendiri.

Di sisi lain, ekonomi China yang melambat memberikan tekanan lebih banyak kepada Xi. Ekonomi yang mulai rapuh nampaknya akan menjadikan Xi kurang percaya diri menghadapi Trump pada pertemuan keduanya nanti.

“Kami merekomendasikan wait and see hari ini sembari menantikan hasil MK,” tekannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, surat utang negara

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup