Dirut & Komut PT Eagle High Plantation Tbk (BWPT) Mengundurkan Diri Jelang RUPST

Menjelang rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Eagle High Plantation Tbk., jajaran komisaris dan direksi diketahui melakukan pengunduran diri.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 26 Juni 2019  |  21:08 WIB
Dirut & Komut PT Eagle High Plantation Tbk (BWPT) Mengundurkan Diri Jelang RUPST
Perkebunan Sawit PT Eagle High Plantation Tbk (BWPT). - Dok. Perusahaan

Bisnis.com, JAKARTA—Menjelang rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Eagle High Plantation Tbk., jajaran komisaris dan direksi diketahui melakukan pengunduran diri.

Sekretaris Perusahaan Eagle High Plantation (BWPT) Satrija Budi Wibawa mengatakan, perseroan menerima surat pengunduran diri dari Ali Abbas Badre Alam selaku komisaris utama, Andrew Haryono selaku komisaris perseroan dan Nicolaas B. Tirtadinata selaku direktur utama.

“Pengunduran diri tersebut berlaku efektif setelah persetujuan dalam rapat umum pemegang saham,” tulisnya dalam keterbukaan informasi, Rabu (26/6/2019).

Sebulan sebelumnya, Wakil Komisaris Utama BWPT Muzzammil Bin Mohd Nor mengajukan surat pengunduran diri pada 30 Mei 2019. Surat pengunduran diri Muzzammil bakal berlaku efektif per 26 Juni 2019.

Perlu diketahui, belum lama ini PT Rajawali Capital International (Rajawali) melakukan transaksi jual beli saham PT Eagle High Plantation Tbk. (BWPT) sebesar 37% kepada FIC Properties SDN BHD (anak perusahaan Felda).

Felda dan Rajawali telah menyepakati suatu kemitraan strategis dan investasi jangka panjang di perkebunan kelapa sawit melalui transaksi BWPT. Masuknya Felda ke Indonesia melalui BWPT karena perusahaan asal Malaysia ini memiliki keterbatasan cadangan lahan dan perkebunan sawit yang berumur tua. Kemitraan ini juga memberikan Rajawali akses terhadap teknologi dan R&D kelas dunia yang dikembangkan FELDA selama 50 tahun terakhir.

Kemitraan strategis dalam BWPT memberikan Felda akses terhadap perkebunan dengan 145.000 hektare tanaman menghasilkan yang masih muda di Indonesia, yang sejalan dengan upaya pemerintah Malaysia untuk memastikan negaranya terus menjadi pemain utama dalam industri kelapa sawit global.

Satrio menambahkan, transaksi BWPT adalah kemitraan strategis antara Felda dan Rajawali dalam investasi jangka panjang kedua belah pihak di perkebunan kelapa sawit, yang tercermin dari kepemilikan saham Felda-Rajawali 37:37 pada BWPT bukan hanya sekadar transaksi bursa saham biasa. 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, bwpt

Editor : Rahayuningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup