Garuda Maintenance Facility (GMFI) Incar Dana Rp500 Miliar lewat Pasar Modal

Direktur Keuangan Garuda Maintenance Facility Edward Okky Avianto menjelaskan bahwa perseroan menyiapkan skema pendanaan melalui pasar modal. Dia mengungkapkan bahwa emiten berkode saham GMFI tersebut akan menambah porsi kepemilikan saham publik sebanyak 15% hingga 20%.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 25 Juni 2019  |  16:25 WIB
Garuda Maintenance Facility (GMFI) Incar Dana Rp500 Miliar lewat Pasar Modal
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk. sedang mengincar dana segar senilai Rp500 miliar melalui pasar modal.

Direktur Keuangan Garuda Maintenance Facility Edward Okky Avianto menjelaskan bahwa perseroan menyiapkan skema pendanaan melalui pasar modal. Dia mengungkapkan bahwa emiten berkode saham GMFI tersebut akan menambah porsi kepemilikan saham publik sebanyak 15% hingga 20%. Namun, dia mengatakan bahwa skema tersebut masih digodok bersama dengan pihak underwriter.

Selain menunggu kondisi pasar yang lebih stabil, perseroan masih menunggu harga saham GMFI untuk menyentuh harga yang sama saat menggelar initial public offering (IPO) yakni pada harga Rp400 per saham. “Rights issue-nya sepanjang market-nya bullish, tapi enaknya nunggu dulu harga kami stabil ke Rp400 baru kami mau coba rights issue,” jelasnya.

Selain itu, GMFI menyiapkan aksi korporasi lainnya yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Edward mengatakan bahwa perseroan tidak menutup kemungkinan untuk memanfaatkan fasilitas pinjaman dari pihak perbankan dan skema pendanaan lainnya.

“Jangka pendeknya kami mau buka kaya obligasi, DIRE, segala alternatif pendanaan kami jajaki, rights issue, reksadana, private placement,” pungkasnya.

Dia mengatakan bahwa dana tersebut akan digunakan perseroan sebagai modal kerja dalam mengerjakan perawatan mesin pesawat. Selain itu, perseroan melakukan ekspansi dalam pengembangan workshop yang dimiliki saat ini agar dapat lebih kompetitif dalam melakukan perawatan mesin pesawat yang menjadi fokus perseroan pada tahun ini.

“Kemudian waktu pengerjaan perbaikan mesin itu selama 6 bulan jadi modal di awalnya besar. Jadi belanjanya juga harus dari awal. Uang untuk membelanjakan harus siap sedia,” ujarnya di Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, garuda maintenance facility

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top