Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pasokan Berangsur Pulih, Harga Seng Terkoreksi

Rebound pasokan seng di China telah membatasi daya tarik logam yang diperdagangkan di bursa London Metal Exchange sehingga memperpanjang laju koreksi yang dialami seng dalam beberapa perdagangan terakhir.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 24 Juni 2019  |  13:47 WIB
Pasokan Berangsur Pulih, Harga Seng Terkoreksi
Seng. - sciencemadness.wikia.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Rebound pasokan seng di China telah membatasi daya tarik logam yang diperdagangkan di bursa London Metal Exchange sehingga memperpanjang laju koreksi yang dialami seng dalam beberapa perdagangan terakhir.

Berdasarkan data Bloomberg, harga seng di bursa LME telah turun 7 pekan berturut-turut, menjadi penurunan beruntun terpanjang sejak akhir 2015. Pada penutupan perdagangan pekan lalu, Jumat (21/6/2019), harga seng diperdagangkan pada level US$2.433 per ton, melemah 1,42% atau 35 poin.

Analis Bloomberg Intelligence Andrew Cosgrove mengatakan bahwa penurunan harga diakibatkan pasokan seng mulai kembali pulih sehingga meredakan kekhawatiran pasar adanya tekanan pasokan.

Tercatat, produksi seng China untuk periode Mei berhasil naik 7,4% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Adapun, persediaan yang dilacak oleh Shanghai Futures Exchange juga naik pada pekan ini ke level tertinggi dalam 2 bulan terakhir.

"Impor oleh China diprediksi akan naik pada Juli dibandingkan dengan bulan sebelumnya, tetapi insentif untuk mendatangkan lebih banyak dari luar negeri mungkin tidak lama," ujar Andres seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (24/6/2019).

Walaupun demikian, seng tidak mampu membalikkan posisi meskipun dolar AS tengah bergerak melemah akibat proyeksi pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed dalam waktu dekat.

Dolar AS yang melemah akan membuat seng yang diperdagangkan dengan greenback menjadi lebih murah bagi investor dengan mata uang lainnya. Terpantau, indeks dolar As yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang mayor masih bergerak melemah 0,13% menjadi 96,092. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komoditas china harga seng
Editor : Riendy Astria
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top