IHSG Diprediksi Bergerak Variatif, Cenderung Turun

Edo Ardiansyah, dari divisi riset PT Erdikha Elit Sekuritas, mengatakan bahwa indikator stochastic bergerak naik ke areal overbought. “Untuk perdagangan hari ini diperkirakan bergerak variatif cenderung melemah dengan range pergerakan 6.215-6.400,” katanya.
M. Taufikul Basari
M. Taufikul Basari - Bisnis.com 21 Juni 2019  |  06:12 WIB
IHSG Diprediksi Bergerak Variatif, Cenderung Turun
Siluet karyawan di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Menurut analis, indeks harga saham gabungan atau IHSG diperkirakan bergerak variatif dengan kecenderungan untuk melemah pada perdagangan hari ini, Jumat (21/6/2019).

Edo Ardiansyah, dari divisi riset PT Erdikha Elit Sekuritas, mengatakan bahwa indikator stochastic bergerak naik ke areal overbought. “Untuk perdagangan hari ini diperkirakan bergerak variatif cenderung melemah dengan range pergerakan 6.215-6.400,” katanya.

Menurutnya, resistent jangka menengah di level 6.375 dengan tidak menutup kemungkinan akan mengalami teknikal rebound jangka pendek. Namun, lanjutnya, waspada apabila level support 6.265 tertembus, karena tidak menutup kemungkinan bagi indeks untuk koreksi jangka menengah.

Secara teknikal indeks IHSG kemarin, Kamis (20/6), ditutup  melemah di zona merah dengan membentuk pola tweezer top disertai dengan adanya volume.

IHSG ditutup berbalik melemah 0,06 persen atau 3,56 poin ke level 6.335,70 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Rabu (19/6), IHSG ditutup naik tajam 1,31 persen atau 81,93 poin di level 6.339,26.

Lima dari sembilan sektor menetap di zona merah, didorong oleh sektor sektor konsumer yang melemah 0,82 persen, disusul sektor aneka industry yang turun 0,81 persen.

Di sisi lain, empat sektor menguat dan menahan penurunan IHSG lebih lanjut, dipimpin oleh sektor industri dasar yang menguat 1,48 persen.

“Pelemahan IHSG didorong dari rilisnya data pertumbuhan ekonomi periode kuartal I/2019 diumumkan di level 5,07 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), jauh lebih rendah dibandingkan konsensus yang dihimpun para ekonom sebesar 5,19 persen YoY,” kata Edo.

Hai ini didukung pula dengan rilis Rapat Dewan Guberner (RDG) Bank Indonesia yang mempertahankan BI7DRR sebesar 6,00 ersen, suku bunga deposit facility sebesar 5,25 persen dan suku bunga lending facility sebesar 6,75 persen.

Dengan sentimen itu, katanya, membuat investor asing lebih memilih bermain aman dengan meninggalkan pasar saham Indonesia. “Dapat dilihat net foreign buy sebesar Rp278 miliar, telah berkurang yang sebelumnya mencapai Rp497 miliar.”

Saham-saham yang kemarin banyak diperdagangan investor asing a.l. BMRI, TLKM, DILD, MNCN, BBRI, dan APLN.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top