Satyamitra Kemas Lestari Incar Rp195 Miliar-Rp260 Miliar dari IPO

Calon emiten yang bergerak di bidang penyediaan kemasan karton terintegrasi PT Satyamitra Kemas Lestari (SKL) mengincar dana sekitar Rp195 miliar - Rp260 miliar dari hasil penawaran umum perdana saham. 
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 19 Juni 2019  |  07:28 WIB
Satyamitra Kemas Lestari Incar Rp195 Miliar-Rp260 Miliar dari IPO
Siluet karyawan di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Calon emiten yang bergerak di bidang penyediaan kemasan karton terintegrasi PT Satyamitra Kemas Lestari (SKL) mengincar dana sekitar Rp195 miliar - Rp260 miliar dari hasil penawaran umum perdana saham. 

Pemasok kemasan karton untuk merek ternama seperti Adidas, Unilever, Indofood itu, menawarkan 1,3 miliar saham baru atau setara 32,10 % dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Harga penawaran saham pada rentang Rp150-Rp200 per saham. 

Masa penawaran awal (bookbuilding) telah dimulai pada 13 Juni hingga 20 Juni 2019. Tanggal efektif dari OJK pada 27 Juni 2019. 

Selanjutnya, masa penawaran umum pada 1-4 Juli 2019. Penjatahan dilakukan pada 8 Juli 2019. Selanjutnya, pengembalian uang pemesanan dan distribusi saham serta warana seri I secara elektronik pada 10 Juli 2019. 

Perseroan menargetkan pencatatan saham dan waran seri I di Bursa Efek Indonesia pada 11 Juli 2019.

Direktur Utama SKL Ang Kinardo mengatakan, perseroan meningkatkan langkah perseroan untuk melantai di bursa telah disiapkan sejak 18 bulan lalu. 

"IPO bagi kami merupakan langkah besar untuk mewujudkan visi kami menjadi pemimpin di industri packaging, memperluas strategi bisnis, dan berkontribusi untuk pertumbuhan perekonomian Indonesia," katanya, Selasa (18/6/2019). 

Lebih lanjut, perseroan mengincar pendapatan dan laba bersih masing-masing sebesar Rp2,32 triliun dan Rp65 miliar pada 2019, tumbuh tumbuh 6,42% dan 45,28% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Direktur marketing dan operasional SKL Herryanto S Hidayat mengatakan, perseroan menangkap peluang domestik dan ekspor untuk mengerek pertumbuhan. Isu larangan plastik di beberapa daerah menjadi peluang bagi perseroan memperoleh pasat baru, terutama untuk produk rigid box

"Kami integrasi dari hulu ke hilir. Selain karton box, adapula inner box dan shopping bag, yang dapat menjadi captive market kami," katanya. 

Di samping itu, perseroan menangkap peluang dari perang dagang AS-China. Dia mengatakan, mulai tahun ini perseroan mulai melakukan ekspor karton kemasan langsung sebanyak 200-300 kontainer ke Amerika Serikat untuk produk Walmart. 

"Dengan kontrak ini, tahun depan direct ekspor bisa mencapai 20% terhadap penjualan," imbuhnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ipo, kinerja emiten

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup