Berharap Harga Ayam Broiler Pulih, Mirae Rekomendasikan Tahan untuk Saham MAIN

Sentimen yang perlu diperhatikan adalah tingkat permintaan lebih tinggi dari yang diharapkan dengan begitu margin keuntungan menjadi lebih besar.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 14 Juni 2019  |  19:59 WIB
Berharap Harga Ayam Broiler Pulih, Mirae Rekomendasikan Tahan untuk Saham MAIN
Ilustrasi - malindofeedmill.com

Bisnis.com, JAKARTA – PT Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan tahan (hold) atas saham emiten perunggasan PT Malindo Feedmill Tbk. (MAIN).

Analis Mirae Asset Sekuritas Mimin Halimin mengatakan, pada kuartal I/2019 segmen broiler mengalami kerugian operasional naik Rp20,7 miliar berbanding terbalik dari laba operasional kuartal I/2018 senilai Rp18,6 miliar. Mimin mensinyalir hal itu akibat dari rendahnya harga broiler.

“Kami berharap harga ayam broiler akan pulih di kuartal II/19, berkat Ramadhan yang biasanya meningkatkan permintaan dan harga. Akan tetapi, untuk harga sepanjang tahun sepertinya harga masih akan rendah menyesuaikan dengan kondisi suplai sejak 2018,” katanya dalam riset medio Mei.

Mimin pun mengoreksi pertumbuhan pendapatan dan laba MAIN selama setahun sebesar 10,6 persen dan 10,8 persen, dengan asumsi peningkatan volume pakan yang lebih tinggi.

“Kami mengharapkan pendapatan 2019 tumbuh 10,6 persen menjadi Rp7,4 triliun. Kami juga merevisi estimasi laba bersih kami, karena kami menyesuaikan perkiraan perubahan aset biologis. Sekarang kami memperkirakan FY19 laba bersih Rp 295.8 miliar (+ 3,9 persen YoY),” katanya.

Sementara itu, sentimen yang perlu diperhatikan adalah tingkat permintaan lebih tinggi dari yang diharapkan dengan begitu margin keuntungan menjadi lebih besar. Adapun risiko penurunan adalah harga bahan baku lebih tinggi dari yang diharapkan terutama untuk jagung local dan kedelai, permintaan yang lebih rendah dan intervensi pemerintah tidak mendukung perusahaan unggas.

Mimin memproyeksikan target harga saham MAIN akan melambung 9,7 persen menjadi Rp1.300 dalam 12 bulan ke depan.

Sebagai informasi Malindo Feedmill (MAIN) berhasil mendongkrak pendapatan sebesar Rp1,9 triliun naik 32 persen YoY atau 4,1 persen QoQ. Jumlah tersebut setara dengan 29 persen proyeksi Mirae Asset Sekuritas. Tumbuhnya pendapatan terutama didorong oleh bisnis pakan 37,4 persen YoY dan segmen broiler 56,8 persen YoY.

Untuk divisi pakan, 1Q19 margin laba operasi (OPM) naik 0,6 persen YoY. Laba bersih pada kuartal I/2019 tercapai Rp91,3 miliar atau naik 35,7 persen YoY.  Selama 2016-2018, tingkat laba bersih MAIN pada kuartal pertama berjalan berkisar dari 23,6 persen (1Q18) hingga 57,4 persen (1Q17).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
main, malindo feedmill

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top