Australia Pangkas Produksi Gandum, Indonesia Siap-siap Cari Penjual Lain

Australia dilaporkan memangkas perkiraan produksi  gandum mereka untuk panen 2019/2020 lebih dari 11%, karena kekeringan yang melanda sepanjang pantai timur, mengancam tanaman tersebut.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 12 Juni 2019  |  15:09 WIB
Australia Pangkas Produksi Gandum, Indonesia Siap-siap Cari Penjual Lain
Ladang gandum -

Bisnis.com, JAKARTA – Australia dilaporkan memangkas perkiraan produksi  gandum mereka untuk panen 2019/2020 lebih dari 11%, karena kekeringan yang melanda sepanjang pantai timur, mengancam tanaman tersebut.

Biro Ekonomi dan Ilmu Pengetahuan Pertanian dan Sumber Daya Australia (Australian Bureau of Agricultural and Resource Economics and Sciences/ABARES), Rabu (12/6/2019), memproyeksikan bahwa produksi gandum Australia sebesar 21,2 juta ton, turun 11% atau 2,7 juta ton dari perkiraan Maret sebesar 23,9 juta ton.

Jumlah tersebut akan menjadi 14% di bawah rata-rata produksi 10 tahun sebesar 24,7 juta ton, dan berarti tahun ketiga berturut-turut produksi lebih rendah dari rata-rata. Kondisi ini pun diperkirakan akan menyulitkan para petani dan ekspor Australia.

Biro tersebut mencatat, sejumlah wilayah telah mendapat curah hujan yang cukup untuk menumbuhkan tanaman gandum. Namun, tak sedikit juga wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan. Hal itu membuat para petani bergantung pada hujan September dan Oktober, guna menghindari penurunan penanaman.

“Prospek tanaman di sejumlah wilayah dengan tingkat kelembapan tanah rendah hingga sangkat rendah, kemungkinan akan memburuk,” biro tersebut melaporkan, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (12/6/2019).

Sebagai informasi, Australia mengekspor sebagian besar gandumnya. Gandum adalah ekspor agrikultur paling menguntungkan di negara itu.

Namun, seiring dengan meningkatnya permintaan domestik dari sektor peternakan, maka ekspor dari pemasok gandum terbesar keempat dunia itu diperkirakan akan turun.

Akibatnya, pembeli tradisional gandum Australia seperti pabrik Indonesia dan Jepang akan terpaksa mencari pasar alternatif seperti Rusia pada saat harga sedang reli. Didukung oleh proyeksi Australia ini, harga gandum patokan global telah meningkat sekitar 15% sejak Mei.

Bank sentral Australia pekan lalu memangkas suku bunga ke level terendah dalam sejarah, dalam upaya untuk mendukung pertumbuhan lapangan kerja dan mengangkat inflasi.

Biro menyatakan, beberapa petani di pantai timur Australia tidak dapat menabur benih gandum karena cuaca kering. Sementara itu, produksi gandum dari New South Wales, Queensland dan Victoria, diperkirakan  mencapai 8,6 juta ton.

Namun, produksi gandum nasional akan diimbangi oleh produksi dari Australia Barat, wilayah pertumbuhan biji-bijian terbesar di negara itu, yang akan berjumlah 8,2 juta ton. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gandum, australia

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top