Demonstran Blokir Jalanan Hong Kong, Indeks Hang Seng Terkapar

Bursa Hong Kong turun tajam pada perdagangan pagi ini, Rabu (12/6/2019), di tengah pergolakan demonstrasi yang mengancam menghentikan aktivitas di kota tersebut.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 12 Juni 2019  |  11:02 WIB
Demonstran Blokir Jalanan Hong Kong, Indeks Hang Seng Terkapar
Bursa Hong Kong - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Hong Kong turun tajam pada perdagangan pagi ini, Rabu (12/6/2019), di tengah pergolakan demonstrasi yang mengancam menghentikan aktivitas di kota tersebut.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Hang Seng Hong Kong merosot 1,2 persen pada pukul 10.13 pagi waktu setempat. Penurunan ini sekaligus menjadikannya indeks berkinerja terburuk di Asia pagi ini.

Saham Hong Kong Exchanges & Clearing Ltd., yang mengoperasikan bursa saham di Hong Kong, serta HSBC Holdings Plc. dan Hang Seng Bank Ltd. berada di antara yang menjadi penekan terbesar pelemahan Hang Seng.

Harga saham perusahaan-perusahaan China yang terdaftar di kota itu juga melemah, dengan saham raksasa internet Tencent Holdings Ltd. merosot 1,7 persen.

Penurunan yang dialami Hang Seng sejalan dengan berlangsungnya demonstrasi besar-besaran di kota itu terhadap rancangan undang-undang ekstradisi. Jika disahkan, RUU ini akan memungkinkan ekstradisi ke China.

Seperti diberitakan Bloomberg, ribuan demonstran telah berkumpul di gedung parlemen Hong Kong pada hari ini. Mereka mengepung gedung dan memblokir jalan dengan taktik yang serupa dengan demonstrasi Pendudukan pada 2014.

Pada Rabu pagi ini, anggota parlemen mulai memperdebatkan RUU tersebut di badan legislatif kota yang didominasi oleh loyalis Beijing. Sementara itu, proses pemungutan suara final diharapkan akan tuntas pada 20 Juni.

Sebagian dari demonstran menyanyikan lagu-lagu religi sebagai protes damai terhadap rencana kontroversial untuk memungkinkan ekstradisi tersebut.

Mereka meminta pihak otoritas membatalkan rencana untuk meloloskan RUU yang dikhawatirkan bakal mengacaukan proses pengadilan dan merusak reputasi Hong Kong sebagai pusat bisnis internasional.

“Ketidakpastian mengenai kebijakan-kebijakan lokal akan membingungkan investor serta mempengaruhi arus masuk dan keluar saham-saham Hong Kong,” ujar Ronald Wan, kepala eksekutif Partners Capital International Ltd.

“Investor saat ini perlu merenungkan apakah akan menarik diri dari pasar atau tidak, mengingat peristiwa-peristiwa lokal dan faktor-faktor global termasuk perang dagang,” lanjut Wan.

Saham Sunny Optical Technology Group Co. yang melemah 5,8 persen dan AAC Technologies Holdings Inc. yang turun 3,6 persen tercatat sebagai saham dengan penurunan terburuk pada indeks acuan Hong Kong tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hong kong, indeks hang seng

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top