Sepanjang Mei, Garuda Catat Tingkat Ketepatan Waktu 96,3%

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. mencapai tingkat ketepatan waktu atau on time performance sebesar 96,3% pada Mei 2019 atau naik dari 95,5% dari bulan sebelumnya.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 08 Juni 2019  |  13:41 WIB
Sepanjang Mei, Garuda Catat Tingkat Ketepatan Waktu 96,3%
Pesawat Garuda Indonesia berada di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (26/11/2018). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA— PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. mencapai tingkat ketepatan waktu atau on time performance sebesar 96,3% sepanjang Mei 2019 atau lebih baik dari bulan sebelumnya yang hanya 95,5%.

Direktur Operasi Garuda Indonesia Bambang Adisurya Angkasa mengungkapkan pencapaian on time performance (OTP) itu menempatkan emiten berkode saham GIAA itu sebagai maskapai global dengan on time performance (OTP) terbaik selama 6 bulan berturut-turut versi OAG Flightview sejak Desember 2018 khususnya untuk kategori penerbangan global yang memiliki jumlah di atas 10.000 kali penerbangan.

Menurutnya, keberhasilan pencapaian ini akan menjadi tantangan besar bagi perseroan khususnya pada masa peak season Idulfitri. Pihaknya mengklaim telah melakukan persiapan secara matang dengan melakukan optimalisasi OTP lewat layanan operasional serta koordinasi intensif kepada para pemangku kepentingan kebandarudaraan.

"Kami menjaga semua crew baik air crew dan ground staff tetap terhubung dan up date informasi dan terkoneksi dengan sistem penjadwalan yang ketat dan termonitor,” katanya dalam siaran pers, Sabtu (8/6/2019).

Bambang menambahkan terus menjaga performa ketepatan waktu penerbangan maskapai melalui pengecekan terhadap seluruh operasional penerbangan khususnya dari segi penerapan keamanan dan keselamatan. Dengan demikian, perseroan optimistis peak season lebaran akan berjalan aman, tepat waktu, dan nyaman.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I/2019, GIAA mengantongi pendapatan US$924,93 juta. Jumlah itu meningkat 11,64% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya US$828,49 juta.

Dari situ, GIAA mencatatkan laba bersih yang dapat  diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai US$20,48 juta pada  kuartal I/2019 dari tahun sebelumnya yang mencatatkan rugi US$65,34 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
garuda indonesia

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top