Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Uriep Budhi Prasetyo, Dirut Baru KSEI

PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengangkat Uriep Budhi Prasetyo sebagai Direktur Utama menggantikan Friderica Widyasari Dewi yang telah berakhir  masa jabatannya.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 28 Mei 2019  |  07:32 WIB
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/5/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/5/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengangkat Uriep Budhi Prasetyo sebagai Direktur Utama menggantikan Friderica Widyasari Dewi yang telah berakhir  masa jabatannya.

Uriep sebelumnya menjabat Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan PT Bursa Efek Indonesia pada periode 2009 - 2015 dan Komisaris KSEI periode 2006 - 2009.

Selain itu, dalam Rapat Umum Pemegang Sahan Tahunan pada 27 Mei 2019 juga mengangkat Syafruddin dan Supranoto Prajogo sebagai Direktur I dan Direktur II.

Sebagai Direktur Utama terpilih, Uriep menyampaikan program kerja Direksi KSEI 2019 - 2022. Beberapa diantaranya merupakan kelanjutan dari rencana strategis yang dikembangkan pada tahun sebelumnya. 

“Dalam waktu dekat salah satu rencana strategis yaitu pengembangan e-Proxy dan e-Voting untuk memudahkan investor selaku pemegang saham dalam memberikan kuasa pada RUPS melalui sarana elektronik,” ungkapnya melalui keterangan resmi, dikutip Selasa (28/5/2019).

Platform ini akan memberikan kemudahan komunikasi antara Emiten, BAE, KSEI, 
Perusahaan Efek, Bank Kustodian, dan Pemegang Saham secara straight through 
processing karena menggunakan standard messaging dalam satu platform yang 
terintegrasi.

Uriep menjelaskan, untuk rencana strategis lainnya meliputi Full Central Bank Money, yaitu Bank Pembayaran yang bekerjasama dengan KSEI mulai periode 2019 - 2024 akan menggunakan infrastruktur Bank Indonesia (BI-RTGS) untuk mendukung penyelesaian transaksi efek di KSEI. 

Nantinya, seluruh penyelesaian dana oleh Bank Kustodian dan Perusahaan Efek baik Surat Berharga Negara maupun non Surat Berharga Negara akan menggunakan BI-RTGS. Hal ini dilakukan untuk memenuhi rekomendasi International Organization of Securities Commissions (IOSCO) Principle 9 - Principles for Financial Market Infrastructures (PFMI) mengenai Money Settlements.

KSEI juga tengah menyiapkan pengembangan lanjutan dari C-BEST Next Generation (C-BEST Next-G) yang telah terimplementasi pada 8 Juli 2018 terkait penyimpanan dan penyelesaian transaksi Efek.

Tahun ini akan diimplementasikan modul terkait dengan Corporate Action pada C-BEST Next-G. Untuk proses Know Your Client (KYC). KSEI juga akan  menyediakan layanan yang akan memudahkan dalam proses KYC, baik bagi investor maupun pemakai jasa KSEI. 

Investor cukup melakukan satu kali KYC agar dapat berinvestasi di pasar modal di berbagai perusahaan efek. 

Saat ini, pengembangan tersebut masih dalam proses kajian.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bei ksei
Editor : Riendy Astria
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top