Kurs Tengah Menguat 62 Poin, Mata Uang di Asia Mayoritas di Zona Hijau

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Jumat (24/5/2019) di level Rp14.451 per dolar AS, menguat 62 poin atau 0,43 persen dari posisi Rp14.513 pada Kamis (23/5).
Kurs Tengah Menguat 62 Poin, Mata Uang di Asia Mayoritas di Zona Hijau Aprianto Cahyo Nugroho | 24 Mei 2019 11:49 WIB
Kurs Tengah Menguat 62 Poin, Mata Uang di Asia Mayoritas di Zona Hijau
Ilustrasi - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Jumat (24/5/2019) di level Rp14.451 per dolar AS, menguat 62 poin atau 0,43 persen dari posisi Rp14.513 pada Kamis (23/5).

Kurs jual ditetapkan di Rp14.523 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.379 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp144.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau bergerak menguat 10 poin atau 0,07 persen ke level Rp14.470 per dolar AS pada pukul 11.02 WIB.

Rupiah sebelumnya dibuka menguat 0,28 persen atau 40 poin ke level Rp14.440 per dolar AS. Adapun pada akhir perdagangan kemarin, Kamis (23/5/2019), rupiah ditutup menguat 45 poin atau 0,31 persen ke level Rp14.480 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak pada kisaran Rp14.440 – Rp14.470 per dolar AS.

Rupiah menguat di saat mayoritas mata uang uang lainnya di Asia juga menguat, dipimpin oleh rupee India yan gmenguat 0,35 persen, disusul peso Filipina yang naik 0,23 persen.

Sementara itu, indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya terpantau menguat 0,03 persen atau 0,027 poin ke level 97,883 pada pukul 11.08 WIB.

Indeks dolar AS sebelumnya dibuka melemah 0,02 persen atau 0,023 poin ke level 97,833, setelah pada akhir perdagangan Kamis (23/5) ditutup melemah 0,19 persen atau 0,185 poin ke level 97,856.

Sepanjang perdagangan hari ini, indeks dolar bergerak pada kisaran 97,833 – 97,906.

Dilansir Reuters, dolar AS bertahan stabil pada perdagangan setelah turun dari level tertinggi dua tahun di tengah kekhawatiran bahwa perang perdagangan dengan China akan merugikan ekonomi AS lebih dari yang diperkirakan sebelumnya.

"Penghindaran risiko global yang berasal dari ketegangan perdagangan AS-China yang semakin intensif menyebabkan yen menguat," kata Masafumi Yamamoto, kepala analis valas Mizuho Securities, seperti dikutip Reuters..

"Pasar memperkirakan potensi dampak negatif pada ekonomi AS dan pasar saham AS," katanya, merujuk pada ketegangan perdagangan AS-China.

 

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)
TanggalKurs

24 Mei

14.451

23 Mei

14.513

22 Mei

14.488

21 Mei

14.462

20 Mei

14.478

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kurs tengah bank indonesia

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top