Minyak Menguat, Harga Batu Bara Makin Turun

Harga batu bara di bursa ICE Newcastle terus memperpanjang pelemahannya pada akhir perdagangan Rabu (15/5/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 16 Mei 2019  |  08:13 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara di bursa ICE Newcastle terus memperpanjang pelemahannya pada akhir perdagangan Rabu (15/5/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak Juni 2019 ditutup melemah 1 persen atau 0,85 poin di level US$83,95 per metrik ton, penurunan hari kelima beruntun.

Harga batu bara untuk kontrak yang lebih aktif Juli 2019 juga memperpanjang pelemahannya untuk hari kelima sebesar 0,99 persen atau 0,85 poin di posisi 84,60.

Di bursa ICE Rotterdam, harga batu bara untuk kontrak teraktif Juli 2019 tergelincir ke zona merah dan ditutup turun 0,08 persen atau 0,05 poin di level 62,80 pada perdagangan Rabu (15/5).

Adapun harga batu bara thermal untuk pengiriman September 2019 di  Zhengzhou Commodity Exchange, melemah 0,33 persen atau 2 poin dan berakhir di level 602,2 yuan per metrik ton.

Menurut data Global Ports dalam AHOY DRY yang disusun oleh Bloomberg, pengiriman batu bara metalurgi dan thermal menurun secara w/w menjadi 7,76 juta ton hingga 10 Mei atau meluncur dari level tertingginya sejak November 2016.

Di sisi lain, harga minyak mentah menguat setelah laporan pemerintah Amerika Serikat (AS) menunjukkan penyusutan pasokan bensin. Ini artinya ada lebih banyak permintaan minyak mentah di tengah ketegangan yang meluas di Timur Tengah.

Pada perdagangan Rabu (15/5), minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni ditutup menguat 0,4 persen di US$62,02 per barel di New York Mercantile Exchange, level tertinggi dalam sepekan.

Adapun minyak Brent untuk kontrak pengiriman Juli naik 0,53 poin dan berakhir di level US$71,77 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.

Dilansir Bloomberg, Energy Information Administration (EIA) pada Rabu melaporkan penurunan persediaan bensin domestik sebesar 1,12 juta barel atau sekitar empat kali lebih dalam dari perkiraan analis. Penurunan tersebut mengimbangi kenaikan pasokan minyak mentah AS sebesar 5,43 juta barel.

“Ini adalah indikator permintaan yang baik,” kata Brian Kessens, fund manager di Tortoise, seperti dikutip Bloomberg.

“Pasar merespons laporan ini dengan tenang atau bahkan melihatnya sebagai sedikit lebih baik dari yang diperkirakan banyak orang," lanjutnya.

Harga minyak mentah melanjutkan penguatannya pada Selasa (14/5) menyusul serangan pesawat tak berawak di Arab Saudi yang menyoroti kerentanan di pengekspor minyak terbesar di dunia tersebut.

Pergerakan harga batu bara kontrak Juni 2019 di bursa Newcastle

Tanggal                                    

US$/MT

15 Mei

83,95

(-1,00 persen)

14 Mei

84,80

(-0,64 persen)

13 Mei

85,35

(-1,56 persen)

10 Mei

86,70

(-0,57 persen)

9 Mei

87,20

(-1,52 persen)

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga batu bara

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top