Jelang Lebaran, Mampukah Saham Mitra Adiperkasa MAPI Memantul ke Rp1.150?

Menyongsong Ramadan dan Lebaran tahun ini, PT Mitra Adi Perkasa Tbk. telah menyiapkan sejumlah program untuk menarik minat konsumen agar semakin meningkatkan konsumsi.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 14 Mei 2019  |  05:28 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Menyongsong Ramadan dan Lebaran tahun ini, PT Mitra Adi Perkasa Tbk. telah menyiapkan sejumlah program untuk menarik minat konsumen agar semakin meningkatkan konsumsi.

Sekretaris Perusahaan Mitra Adi Perkasa Fetty Kwartati menyampaikan, emiten berkode saham MAPI tersebut telah menyiapkan berbagai program untuk lebaran seperti diskon hingga 50%, Lucky Draw, hadiah dari pembelian, voucher belanja, dan lainnya.

Kata Fetty, biasanya konsumsi masyarakat meningkat sebulan sebelum lebaran. Hal itu pun menaikkan penjualan perseroan sebesar 15%—20% lebih tinggi dibandingkan rata-rata bulan biasa.

Namun bagaimana analis menilai prospek saham MAPI?

Analis JP Morgan Sekuritas Indonesia Benny Kurniawan melihat, kendati pendapatan masih tampak kuat, rata-rata penjualan tiap toko (same store sales growth/SSSG) MAPI telah melebur ke sekitar 2% yoy dan pendapatan dari segmen pakaian terpantau negatif selama kuartal I/2019. 

Adapun, SSSG tersebut di bawah perkiraan Benny yang sebesar 6%. Sementara itu, lini bisnis nonpakaian perseroan lewat PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk. mencetak kenaikan SSSG sebesar 8%. Iventori MAPA juga meningkat untuk persiapan lebaran.

“Kami menyadari bahwa EBIT dan laba inti masih tumbuh 16% dan 17% secara yoy, tapi dampak pengurangan pajak dan penurunan tarif pajak tidak akan berlanjut hingga tahun depan,” kata Benny dalam riset yang dipublikasikan lewat Bloomberg, seperti dikutip pada Senin (13/5/2019).

Dengan demikian, Benny tetap merekomendasikan netral untuk MAPI dengan target harga Rp995.

Sebaliknya, analis Samuel Sekuritas Sharlita Malik masih optimistis MAPI bakal mampu melanjutkan pertumbuhan pada tahun ini ditopang oleh net margin yang lebih stabil dan fundamental yang lebih baik.

“MAPI masih menjadi pemimpin pasar dengan tekanan kompetitor yang relatif minim,” kata Sharlita.

Dirinya memperkirakan SSSG mampu berada di kisaran 6% pada tahun ini atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata historis di kisaran 3%—4%. Selain itu, efisiensi operasional yang diterapkan MAPI juga dinilai Sharlita masih akan memperlihatkan manfaatnya pada tahun ini.

Adapun, setelah menutup gerai department store dengan cukup agresif pada 2017, MAPI telah berganti fokus untuk mengembangkan bisnis specialty stores. Perubahan tersebut berdampak terhadap realisasi persediaan perseroan untuk 2019 dan 2020.

Perlambatan realisasi inventori pun berpotensi menurunkan inventory turnover menjadi 2,4 kali pada tahun ini dan akan memicu kenaikan cash conversion cycle menjadi 101 hari pada 2019.

Sharlita pun merekomendasikan beli untuk MAPI dengan target harga sebesar Rp1.150. Dirinya mengingatkan, risiko terhadap MAPI masih berasal dari depresiasi rupiah, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tidak sesuai harapan, hingga masuknya peritel asing yang membuat kompetisi yang ada semakin ketat.

Di lantai bursa, saham MAPI melemah 0,53% ke level Rp935 pada akhir perdagangan Senin (13/5/2019). Secara ytd, MAPI masih tumbuh 16,15% dengan kapitalisasi pasar senilai Rp15,52 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rekomendasi saham, kinerja emiten, mitra adiperkasa

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top