Puradelta Lestari (DMAS) Siapkan Rp210 Miliar untuk Perluas Lahan Industri

Emiten lahan industri, PT Puradelta Lestari Tbk. berencana mengalokasikan belanja modal hingga Rp210 miliar untuk memperluas lahan industri secara bertahap.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 13 Mei 2019  |  05:32 WIB
Puradelta Lestari (DMAS) Siapkan Rp210 Miliar untuk Perluas Lahan Industri
(Dari kiri) Wakil Presiden Komisaris Puradelta Lestari Yu Mizuke, Direktur Independen Puradelta Lestari Tondy Suwanto, Direktur Puradelta Lestari Hermawan Wijaya, Presiden Direktur Puradelta Lestari Hongky J. Nantung usai RUPST, Selasa (23/4/2019). - Bisnis/Muhammad Ridwan

Bisnis.com, JAKARTA -- Emiten lahan industri, PT Puradelta Lestari Tbk. berencana mengalokasikan belanja modal hingga Rp210 miliar untuk memperluas lahan industri secara bertahap.

Tondy Suwanto, Direktur Independen Puradelta Lestari mengungkapkan, belanja modal yang dialokasikan pada tahun ini sekitar Rp700 miliar. Alokasi penambahan lahan landbank akan mencapai 25%-30% dari total belanja modal yang dialokasikan atau setara Rp175 miliar-Rp210 miliar.

"Untuk lahan, tergantung kesepatan dan kesempatan. Tahun lalu, penambahan lahan hanya 10 ha. kami ada alokasikan sekitar 25%-30% dari belanja modal," ungkapnya kepada Bisnis.com, baru-baru ini.

Pada kuartal I/2019, DMAS berhasil membukukan marketing sales senilai  Rp914 miliar. Adapun marketing sales di kuartal I/2019 setara dengan 73% dari target sepanjang tahun ini senilai Rp1,25 triliun.

Menurutnya, hasil yang menggembirakan tersebut terutama disumbangkan oleh penjualan lahan industri seluas 19 hektare dan penjualan lahan komersial seluas 9 hektare.
 
Tondy menambahkan, hingga saat ini, masih ada inquiries sekitar 150 hektare lahan industri. Hal ini mencerminkan bahwa permintaan terhadap lahan industri telah membaik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Pada tahun ini, DMAS juga memproyeksikan pertumbuhan laba bersih perseroan pada 2019 dapat mencapai 50%.

Dalam kesempatan sebelumnya, Direktur Puradelta Lestari Hermawan Wijaya mengatakan bahwa perseroan menilai kondisi bisnis pada tahun ini lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Hermawan menilai, sejumlah investor yang pada tahunnya lebih memilih untuk wait and see, sebagian kini telah memilih perseroan. Hal tersebut tercermin pada marketing sales yang ditorehkan perseroan selama kuartal I/2019. 

Pada saat ini, lanjut Hermawan, perseroan tengah mengincar beberapa investor potensial dari berbagai sektor seperti otomotif, e-commerce, serta sektor makanan dan minuman.

“Kalau kami bicara secara keseluruhan, lahan yang dibutuhkan investor 150 hektare–200 hektare untuk lebih dari 10 perusahaan,” ungkapnya.

Dalam perkembangan yang terbaru, Hermawan mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan dengan produsen mobil asal negeri ginseng yaitu Hyundai. 

Menurutnya, investor tersebut membutuhkan lahan kurang lebih seluas 50 hektare untuk memulai bisnisnya di Indonesia.

Adapun cadangan lahan perseroan per 31 Desember 2018 yakni seluas 1.519 hektare yang terbagi atas 512 hektare lahan industri, 493 hektare lahan komersian, dal 514 hektare lahan hunian. “Mereka [investor] sudah melihat lokasi kami, dan juga sudah melihat lokasi yang lain juga,” jelasnya.

Selain dari pengembangan lahan industri, lanjut Hermawan, permintaan lahan hunian dinilai lebih tinggi pada tahun ini.

Perseroan menjelaskan bahwa meskipun pada awal 2018 sempat melemah, tren penjualannya membaik pada akhir 2018 hingga memasuki 2019. Selain itu, perseroan menilai trennya akan lebih baik setelah dilangsungkannya Pemilihan Presiden.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, puradelta lestari

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top