Bursa Asia Berfluktuasi, IHSG Lanjutkan Penguatan di Hari ke-3

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 0,46 persen atau 29,46 poin di level 6.455,35 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Adapun pada perdagangan Senin (29/4), IHSG ditutup menguat 0,39 persen atau 24,81 poin di level 6.425,89.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 30 April 2019  |  17:05 WIB
Bursa Asia Berfluktuasi, IHSG Lanjutkan Penguatan di Hari ke-3
Karyawan beraktivitas di dekat papan penunjuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatannya di hari ketiga berturut-turut pada perdagangan hari ini, Selasa (30/4/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 0,46 persen atau 29,46 poin di level 6.455,35 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Adapun pada perdagangan Senin (29/4), IHSG ditutup menguat 0,39 persen atau 24,81 poin di level 6.425,89.

Di awal perdagangan, indeks dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,19 persen atau 12,08 poin ke level 6.437,97. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.428,25 – 6.457,82.

Enam dari sembilan sektor berakhir di wilayah positif, dipimpin sektor konsumer yang menguat 1,50 persen, disusul sektor perdagangan yang menguat 1,1 persen.

Adapun tiga sektor lain melemah dan menahan penguatan IHSG lebih lanjut, didorong oleh sektor tambang yang melemah 0,8 persen.

Dari 632 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 196 saham menguat, 222 saham melemah, dan 214 saham stagnan.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) yang masing-masing menguat 1,14 persen dan 4,57 persen menjadi penopang utama penguatan IHSG hari ini.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 ditutup menguat 0,59 persen atau 3,36 poin ke level 568,30, setelah dibuka dengan pelemahan 0,35 persen di posisi 566,94.

Indeks saham lainnya di Asia bergerak fluktuatif hari ini, di antaranya indeks Hang Seng yang melemah 0,65 persen, indeks Kospi turun 0,58 persen, dan indeks FTSE Straits Time Singapura melemah 0,04 persen.

Di sisi lain, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 menguat masing-masing 0,52 persen dan 0,33 persen, sedangkan perdagangan di bursa saham Jepang tidak berlangsung karena adanya libur panjang Golden Week.

Dilansir Reuters, bursa saham Asia berfluktuasi setelah data aktivitas manufaktur China gagal memenuhi harapan, sekaligus menggarisbawahi pelemahan ekonomi di negara tersebut terlepas dari upaya Beijing untuk memacu pertumbuhan.

Kedua survei bisnis resmi dan swasta menunjukkan pertumbuhan aktivitas pabrik di China lebih lambat bulan ini, menghancurkan harapan untuk data yang stabil atau bahkan ekspansi yang lebih cepat. Data juga menunjukkan ekspansi yang lebih lambat di sektor jasa.

“Angka-angka manufaktur yang lemah menunjukkan stimulus akan tetap ada," kata Frances Cheung, analis makro untuk Asia di Westpac, seperti dikutip Reuters. Data China yang optimis untuk bulan Maret telah mendorong beberapa analis untuk menurunkan ekspektasi tindakan dukungan moneter tambahan.

"Banyak langkah-langkah stimulus yang dilakukan oleh otoritas China terfokus di dalam negeri, seperti perubahan PPN. Mereka tidak diharapkan memiliki dampak besar ke seluruh Asia,” ungkap Kerry Craig, analis pasar global di JP Morgan Asset Management.

 

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

Kenaikan (persen)

BBCA

+1,14

ICBP

+4,57

AMRT

+12,64

INDF

+8,17

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

Penurunan (persen)

TLKM

-1,81

MAYA

-6,15

FREN

-4,29

BMRI

-0,4

 Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top