Pasar Obligasi : Investor Ingin Trading Jangka Pendek? Seri Benchmark Bisa Jadi Pilihan

Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Selasa (30/4/2019) harga surat utang negara atau SUN di pasar sekunder cenderung beragam. 
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 30 April 2019  |  09:20 WIB
Pasar Obligasi : Investor Ingin Trading Jangka Pendek? Seri Benchmark Bisa Jadi Pilihan
SURAT UTANG NEGARA

Bisnis.com, JAKARTA--Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Selasa (30/4/2019) harga surat utang negara atau SUN di pasar sekunder bervariasi dengan kecenderungan melemah terbatas. 

Dhian Karyantono, analis fixed income Mirae Asset Sekuritas Indonesia, mengatakan bahwa penopang pergerakan harga SUN hari ini adalah turunnya inflasi acuan The Fed (Core PCE Inflation) per Maret 2019 ke level 1,6% (yoy) dibandingkan dengan posisi Februari 2019 sebesar 1,7% (yoy). 

Melambatnya inflasi acuan The Fed tersebut, meningkatkan ekspektasi terkait kemungkinan masih dovishnya stance kebijakan moneter The Fed jelang rilis hasil FOMC Meeting Mei 2019 (Kamis dini hari nanti). 

Ekspektasi terhadap dovish The Fed juga tercermin dari turunnya level indeks dolar AS yang sejauh ini berada di kisaran 97,85 poin dibandingkan level perdagangan sebelumnya di kisaran 98 poin. 

Meski demikian, aksi wait and see investor terhadap upcoming sentiment dari FOMC Meeting menjadi dominan, tercermin dari turunnya frekuensi dan nominal transaksi perdagangan obligasi pemerintah di pasar sekunder kemarin, pasca rilis pertumbuhan ekonomi AS per kuartal I-2019 yang di luar ekspektasi pasar meningkat hingga ke level 3,2% (QoQ). 

Sementara itu, downside risk bagi perkembangan harga SUN di pasar sekunder juga tampaknya dipengaruhi oleh periode pembayaran dividen saham di mana periode tersebut berpotensi mendorong pelemahan harga SUN melalui transmisi depresiasi rupiah terhadap dolar AS. 

Rilis data manufacturing PMI Tiongkok per April 2019 yang tercatat hanya sebesar 50,1 poin (konsensus Bloomberg sebesar 50,5 poin) juga berpotensi menjadi katalis negatif tambahan bagi pergerakan harga SUN hari ini. 

"Untuk short-term trading, kami masih merekomendasikan investor untuk fokus pada perdagangan SUN seri benchmark FR0077, FR0078, dan FR0068 dengan aksi hold atau jual hari ini," katanya dalam riset harian, Selasa (30/4/2019).

Adapun, untuk long-term trading, pihaknya masih merekomendasikan investor untuk aksi hold (wait and see) seri FR0059, FR0058, FR0065, FR0075, FR0079, dan FR0076 pada hari ini.

Berikut ini proyeksi rentang pergerakan harga dan imbal hasil seri-seri SUN yang likuid hari ini:

FR0063 (15 Mei 2023): 94,70 (7,16%) - 95,00 (7,07%)
FR0077 (15 Mei 2024): 103,60 (7,26%) - 104,10 (7,14%)
FR0064 (15 Mei 2028): 89,50 (7,76%) - 90,00 (7,68%)
FR0078 (15 Mei 2029): 103,30 (7,77%) - 104,00 (7,67%)
FR0065 (15 Mei 2033): 86,50 (8,27%) - 87,00 (8,20%)
FR0068 (15 Maret 2034): 101,10 (8,24%) - 101,90 (8,15%)
FR0075 (15 Mei 2038): 92,30 (8,31%) - 93,00 (8,23%)
FR0079 (15 April 2039): 100,00 (8,37%) - 101,00 (8,27%)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, surat utang negara

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top