Ingin Investasi Saham dengan Modal 200 Ribu? Ini Kata Praktisi Saham Ellen May

Saat ini, instrumen investasi kian beragam. Mulai dari deposito, properti, emas, reksa dana, hingga saham. Kalau sudah ada rencana untuk berinvestasi namun masih bingung dan ragu untuk mencobanya, Praktisi Pasar Saham Ellen May punya solusinya.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 23 April 2019  |  13:00 WIB
Ingin Investasi Saham dengan Modal 200 Ribu? Ini Kata Praktisi Saham Ellen May
Pengunjung menggunakan smartphone di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan saham di BEI, Jakarta, Rabu (20/3/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA  Saat ini, instrumen investasi kian beragam. Mulai dari deposito, properti, emas, reksa dana, hingga saham. Kalau sudah ada rencana untuk berinvestasi namun masih bingung dan ragu untuk mencobanya, Praktisi Pasar Saham Ellen May punya solusinya.

Keraguan yang kerap dialami ketika hendak berinvestasi terutama generasi milenial yakni nilai nominal untuk memulainya. Karena terkadang, banyak persepsi saat memulai investasi haruslah dengan modal yang besar. Namun, persepsi itu dibantahkan oleh Ellen.

Modal yang masih kecil pun juga bisa loh untuk berinvestasi. Terutama untuk investasi yang bergerak dibidang saham.

“Ingin memulai dari angka berapa, itu terserah. Kalau statusnya sudah kerja, ya silahkan. Kalau Rp10 juta kecil buat Anda, ya silahkan. Kalau merasa Rp1 juta kecil buat Anda, ya silahkan. Bahkan, saya menemui beberapa mahasiswa yang memulai trading dari angka Rp200 ribu sampai Rp500 ribu,” katanya sembari membagikan pengalamannya melalui akun YouTube miliknya.

Ingin memulai investasi jangan memikirkan ketakutan akan kerugian. Namun, mencobalah untuk memulainya terlebih dahulu. Tanpa mencobanya, maka calon investor tidak akan tahu sistematik dalam dunia investasi.

“Yang jelas kalau Anda mulai trading saham, saya sarankan untuk uang dingin. Gimana kalau misalkan saham tersebut sampai rugi, Anda merasa rela-rela aja dan oke-oke aja. Nggak masalah kalau rugi. Jadi, anggap uang itu uang sekolah Anda,” ujarnya.

Bagi dia, yang perlu diperhatikan oleh para calon investor yaitu konsistensi profit yang dihitung secara persentase perolehan laba dari investasi saham tersebut (Return of Investment/ROI), bukan dari nominalnya.

“Karena akan membuat Anda merasa greedy dan mudah takut psikologisnya,” ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
saham, investasi saham, ellen may

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top