Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ingin Investasi Saham dengan Modal 200 Ribu? Ini Kata Praktisi Saham Ellen May

Saat ini, instrumen investasi kian beragam. Mulai dari deposito, properti, emas, reksa dana, hingga saham. Kalau sudah ada rencana untuk berinvestasi namun masih bingung dan ragu untuk mencobanya, Praktisi Pasar Saham Ellen May punya solusinya.
Pengunjung menggunakan smartphone di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan saham di BEI, Jakarta, Rabu (20/3/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan
Pengunjung menggunakan smartphone di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan saham di BEI, Jakarta, Rabu (20/3/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA  Saat ini, instrumen investasi kian beragam. Mulai dari deposito, properti, emas, reksa dana, hingga saham. Kalau sudah ada rencana untuk berinvestasi namun masih bingung dan ragu untuk mencobanya, Praktisi Pasar Saham Ellen May punya solusinya.

Keraguan yang kerap dialami ketika hendak berinvestasi terutama generasi milenial yakni nilai nominal untuk memulainya. Karena terkadang, banyak persepsi saat memulai investasi haruslah dengan modal yang besar. Namun, persepsi itu dibantahkan oleh Ellen.

Modal yang masih kecil pun juga bisa loh untuk berinvestasi. Terutama untuk investasi yang bergerak dibidang saham.

“Ingin memulai dari angka berapa, itu terserah. Kalau statusnya sudah kerja, ya silahkan. Kalau Rp10 juta kecil buat Anda, ya silahkan. Kalau merasa Rp1 juta kecil buat Anda, ya silahkan. Bahkan, saya menemui beberapa mahasiswa yang memulai trading dari angka Rp200 ribu sampai Rp500 ribu,” katanya sembari membagikan pengalamannya melalui akun YouTube miliknya.

Ingin memulai investasi jangan memikirkan ketakutan akan kerugian. Namun, mencobalah untuk memulainya terlebih dahulu. Tanpa mencobanya, maka calon investor tidak akan tahu sistematik dalam dunia investasi.

“Yang jelas kalau Anda mulai trading saham, saya sarankan untuk uang dingin. Gimana kalau misalkan saham tersebut sampai rugi, Anda merasa rela-rela aja dan oke-oke aja. Nggak masalah kalau rugi. Jadi, anggap uang itu uang sekolah Anda,” ujarnya.

Bagi dia, yang perlu diperhatikan oleh para calon investor yaitu konsistensi profit yang dihitung secara persentase perolehan laba dari investasi saham tersebut (Return of Investment/ROI), bukan dari nominalnya.

“Karena akan membuat Anda merasa greedy dan mudah takut psikologisnya,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Riendy Astria
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper