Batu Bara Newcastle Rebound 0,91 Persen

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak teraktif Mei 2019 ditutup m enguat 0,91 persen atau 0,80 poin di level US$89,00 per metrik ton dari level penutupan sebelumnya.
Aprianto Cahyo Nugroho | 18 April 2019 08:19 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara Newcastle berhasil rebound dari pelemahannya pada perdagangan Rabu (17/4/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak teraktif Mei 2019 ditutup menguat 0,91 persen atau 0,80 poin di level US$89,00 per metrik ton dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Rabu (17/4/2019), harga batu bara di bursa ICE Newcastle ditutup melemah 1,1 poin atau 1,23 persen ke level US$88,20 per metrik ton.

Sementara itu, di bursa ICE Rotterdam, harga batu bara untuk kontrak teraktif Juli 2019 juga ditutup rebound dengan penguatan 2,22 persen atau 1,45 poin ke level US$66,90 per metrik ton pada perdagangan Rabu.

Berbanding terbalik dengan harga batu bara, harga minyak mentah melemah pada akhir perdagangan Rabu, menyusul rilis data pasokan minyak mentah dan bensin AS yang mencatat penurunan lebih kecil dari perkiraan.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Mei 2019 ditutup melemah 0,5 persen atau 29 sen di level US$63,76 per barel di New York Mercantile Exchange.

Adapun harga minyak mentah acuan global Brent untuk pengiriman Juni berakhir turun 10 sen di level US$71,62 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.

Laporan Energy Information Administration (EIA) menunjukkan penurunan stok minyak mentah AS untuk pertama kalinya dalam empat pekan. Sementara itu, stok bensin menyusut 1,17 juta barel, penurunan mingguan kesembilan berturut-turut.

Kendati demikian, kedua penurunan tersebut lebih kecil daripada perkiraan American Petroleum Institute (API) yang telah mampu mengangkat sentimen pasar minyak sebelumnya.

Stok minyak AS turun 1,4 juta barel pekan lalu. Angka tersebut dapat meredakan kekhawatiran tentang kelebihan produksi Amerika, tetapi juga hanya kurang dari separuh yang diperkirakan oleh API sebelumnya.

“Angka-angka itu sedikit jauh dari harapan,” ujar Nick Holmes, seorang analis di Leawood. Namun, ia tetap melihat laporan itu secara keseluruhan adalah sesuatu yang bullish.

“Masih ada kekhawatiran yang tersisa di pasar, jadi bagus jika melihat permintaan minyak mentah dan bensin AS meningkat kembali.”

Pergerakan harga batu bara kontrak Juni 2019 di bursa Newcastle

Tanggal

Harga (US$/MT)

17 April 2019

89,00

16 April 2019

88,20

15 April 2019

89,30

12 April 2019

88,10

11 April 2019

87,85

Sumber: Bloomberg

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga batu bara

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup