Kilang-Kilang BUMN Minyak Venezuela Hadapi Masalah

Perusahaan minyak milik negara Venezuela PDVSA kian terpukul, menyusul sejumlah kilang peningkatan minyak mentahnya beroperasi jauh di bawah kapasitas bulan ini.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 05 April 2019  |  20:49 WIB
Kilang-Kilang BUMN Minyak Venezuela Hadapi Masalah
Sebuah pompa minyak dan tangki dengan logo perusahaan minyak negara PDVSA terlihat di fasilitas minyak di Lagunillas, Venezuela, 29 Januari 2019. - REUTERS/Isaac Urrutia

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan minyak milik negara Venezuela PDVSA kian terpukul, menyusul sejumlah kilang peningkatan minyak mentahnya beroperasi jauh di bawah kapasitas bulan ini.

Sanksi Amerika Serikat dan pemadaman energi menghantam industry minyak anggota OPEC tersebut. Demikian, menurut sumber industri dan dokumen yang dilihat oleh Reuters, Jumat (5/4/2019).

Venezuela bergantung pada kilang-kilang tersebut, yang sebagian besar dioperasikan oleh usaha patungan dengan perusahaan-perusahaan asing. Kilang tersebut berfungsi mengubah minyak mentah ekstra berat yang diproduksi di Sabuk Orinoco menjadi bernilai ekspor untuk dimanfaatkan di kilang luar negeri. Bersama-sama, mereka memiliki kapasitas sekitar 700.000 barel per hari.

Pemadaman listrik yang berkepanjangan kian menambah masalah pencampuran dan ekspor minyak mentah, saat pelabuhan minyak utama PDVSA, Jose, di timur laut Venezuela tetap lumpuh.

Kilang Petropiar dan Petromonagas, yang sebagian dimiliki oleh perusahaan minyak utama AS Chevron dan raksasa Rusia Rosneft, belum sepenuhnya beroperasi kembali sejak pemadaman listirk, pada 7 Maret.

Petrocedeno, yang dimiliki sebagian oleh Total Prancis dan Equinor Norwegia, berhenti beroperasi setelah pemadaman listrik kedua pada 25 Maret, seperti halnya Petrosanfelix yang sepenuhnya dimiliki PDVSA.

"Kilang-kilang masih dihentikan," kata pemimpin serikat pekerja minyak Jose Bodas.

Menurut dokumen internal PDVSA yang dilihat Reuters minggu ini, Petropiar dan Petrocedeno sedang dalam proses memulai beroperasi kembali.

Kilang Petromonagas diperkirakan akan menjalani pemeliharaan dan perbaikan bulan ini, setelah pekerja menemukan dua tungku dihambat oleh produk limbah. Sementara proses pemeliharaan di Petrosanfelix dihentikan, menurut dokumen itu.

"Kilang-kilang itu tidak diharapkan untuk meningkatkan pemrosesan," sebuah dokumen internal PDVSA yang merinci perencanaan untuk bulan April berbunyi.

Disebutkan, Petrosanfelix tidak mungkin untuk memulai operasi kembali, sedangkan tiga kilang sisanya kemungkinan akan memproses minyak mentah dengan tingkat rendah.

Satu sumber industri mengatakan, penyumbatan tungku Petromonagas kemungkinan akan membuat kilang peningkatan berhenti beroperasi selama 20 hari.

Sumber itu mengatakan, perusahaan telah membatalkan semua pengiriman minyak mentah untuk April.

Baik PDVSA maupun kementerian perminyakan Venezuela tidak menanggapi permintaan komentar ini. Total menolak berkomentar, sementara Chevron mengarahkan pertanyaan ke Petropiar. Rosneft dan Equinor tidak menanggapi permintaan komentar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
venezuela, kilang minyak

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top