Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Investor Asing Bakal Masuk Dalam Private Placement URBN

Direktur Urban Jakarta Tri Rachman Batara mengungkapkan, calon investor yang bakal terlibat dalam aksi korporasi merupakan korporasi yang telah menguasai segmen pengembangan transit oriented development (TOD).
Direktur Pengembangan Bisnis PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) Tri Rachman Batara (kiri) didampingi Corporate Secretary Staff  Shinta T. Sutrisno memberikan penjelasan usai RUPST/RUPSLB di Jakarta, Jumat (5/3/2019)./Bisnis-Nurul Hidayat
Direktur Pengembangan Bisnis PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) Tri Rachman Batara (kiri) didampingi Corporate Secretary Staff Shinta T. Sutrisno memberikan penjelasan usai RUPST/RUPSLB di Jakarta, Jumat (5/3/2019)./Bisnis-Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Aksi private placement PT Urban Jakarta Propertindo Tbk. (URBN) kini dilirik oleh investor asal Singapura dan Eropa.

Direktur Urban Jakarta Tri Rachman Batara mengungkapkan, calon investor yang bakal terlibat dalam aksi korporasi merupakan korporasi yang telah menguasai segmen pengembangan transit oriented development (TOD).

“Investor baru ini akan terlibat dalam pembangunan tiga proyek baru,” ungkapnya, Jumat (5/4/2019).

Dia menambahkan, pelaksanaan penambahan modal tanpa hak memesan terlebih dahulu (PMTHMED) dalam rangka memenuhi kewajiban, berdasarkan perjanjian pinjaman konversi kedua dan dalam rangka memperoleh dana atau tamabahan setoran modal dari calon investor baru.

Dengan asumsi bahwa perjanjian pinjaman  konversi keduaakan dikonversi sesuai dengan  harga penutupan saham URBN per  31 Desember  2018 yakni Rp2.030, maka jumlah saham baru yang akan diterbitkan oleh perseroan untuk konversi adalah sebanyak 32,52 juta saham.

Saham baru yang diterbitkan URBN yang akan dibeli oleh investor baru adalah sebanyak 287,83 juta saham atau senilai Rp584,31 miliar.

Adapun dana hasil private placement sebesar Rp66,03 miliar akan digunakan untuk membayar pinjaman kepada Ibukota Development Ltd. dan PT Nusa Wijaya Propertindo. Pada September 2018, perseroan telah menekan pinjaman konversi kedua dengan nilai pokok US$4,55 juta.

Tujuan penggunaan dana pinjaman konversi kedua yakni untuk membiayai pengambilalihan tanah atas kerja sama operasional dengan PT Adhi Commuter Properti yaitu JO Jatibening, JO Ciracas, rencana kerja sama operasi dengan Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.

Dampak dari private placement ini yakni investor publik akan mengalami dilusi dari 11,24% menjadi 10,22% dan investor baru akan memiliki kepemilikan saham sebesar 8,17%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper