Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pilarmas Sekuritas : Banyak Sentimen Global, IHSG Masih Bisa Menguat

Pasar saham diperkirakan turut terpengaruh sentimen pelemahan lira Turki pada perdagangan Jumat, (29/3/2019).
Pengunjung menggunakan smartphone di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan saham di BEI, Jakarta, Rabu (20/3/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan
Pengunjung menggunakan smartphone di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan saham di BEI, Jakarta, Rabu (20/3/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan pasar saham akan turut terpengaruh sentimen pelemahan mata uang lira Turki pada perdagangan Jumat, (29/3/2019).

Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan bahwa badai pasar hari ini adalah lira Turki yang terus memimpin penurunan mata uang negara berkembang. Kondisi ini sudah memasuki hari ketiga, yang diakibatkan oleh memburuknya prospek pertumbuhan ekonomi global.

Lira terus turun hingga 4,2% dan kondisi ini dinilai akan mendorong investor asing untuk melakukan penjualan pada aset-aset yang berisiko. Namun, dia memandang kali ini Bank Indonesia (BI) cepat tanggap dalam menanggapi pelemahan lira yang terjadi.

BI sudah berjanji akan campur tangan terhadap mata uang dan obligasi apabila dibutuhkan. Bank sentral juga menyampaikan bahwa apa yang terjadi Turki adalah murni masalah domestik negara tersebut.

Kabar berikutnya datang dari penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow, yang menyampaikan bahwa AS siap untuk terus bernegosiasi dengan China selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan untuk mencapai kesepakatan perdagangan. Perjanjian dagang yang dicapai diyakini akan memastikan China terus meningkatkan akses pasar dan kebijakan hak kekayaan intelektual untuk perusahaan AS.

Pada Kamis (28/3), perwakilan AS yaitu Robert Lighthizer dan Steven Mnuchin makan malam bersama delegasi China. Hari ini, kedua pihak bakal melanjutkan pembicaraan dagang selama sehari penuh.

Setelah itu, perundingan akan dilanjutkan pada pekan depan, di mana Wakil Perdana Menteri (PM) China Liu He dijadwalkan berkunjung ke AS untuk bertemu delegasi AS dan Presiden AS Donald Trump.

Kudlow juga mengungkapkan ada kemungkinan AS akan menghapus beberapa tarif pada sebagian barang impor dari China. Adapun pertemuan antara Trump dan Presiden China Xi Jinping untuk mengakhiri perang dagang akan terjadi pada akhir April 2019.

Dari sentimen Brexit, PM Inggris Theresa May masih berjuang keras untuk membuat Brexit disetujui di Parlemen demi menghindari penundaan panjang lepasnya Inggris dari Uni Eropa (UE). Parlemen Inggris telah dua kali menolak proposal yang diajukannya.

Pekan ini, masih ada satu pemungutan suara lagi di Parlemen untuk menentukan apakah proposal May bakal disetujui atau kembali ditolak. Jika ternyata kali ini pun Brexit tidak mendapat persetujuan dari Parlemen, maka Inggris harus memilih antara pergi tanpa kesepakatan pada 12 April 2019 atau menunda Brexit dalam jangka waktu panjang dan mengambil bagian dalam pemilihan Parlemen Eropa.

Nico melanjutkan sebagai perhatian untuk Jumat (29/3), imbal hasil obligasi US Treasury 10 tahun hari ini telah kembali ke titik terendah sejak 2017, meskipun saat ini sedang uji support pada level 2,34.

"Secara teknikal, kami melihat saat ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi bergerak menguat dalam jangka waktu pendek dan diperdagangkan di level 6.430-6.505. Namun, tetap berhati hati akan pergerakan market hari ini," paparnya dalam riset harian, Jumat (29/3).

Pada perdagangan Kamis (28/3), IHSG ditutup 36,05 poin atau 0,56% ke level 6.480. Sektor industri keuangan, infrastruktur, dan barang konsumsi memberikan kontribusi kenaikan terbesar.

Sementara itu, investor asing mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp306,2 miliar, dengan saham-saham yang paling banyak dibeli di antaranya TLKM, BMRI, GGRM, BRPT, BBRI, dan JSMR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Annisa Margrit
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper