DIVA Akan Genjot Bisnis Fintech Tahun Ini 

Emiten sektor konversi dan akselerasi digital PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk. (DIVA) melalui anak usaha PT Multidaya Dinamika (MDD) siap menggenjot pengembangan bisnis fintech dalam rangka mempromosikan pembayaran nontunai di Indonesia pada tahun ini.
Dwi Nicken Tari | 29 Maret 2019 14:28 WIB
Direktur Utama Kresna Sekuritas Octavianus Budiyanto (kedua kanan) dan Direktur Utama PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) Raymond Loho (kanan) meninjau proses penawaran umum perdana saham DIVA, di Jakarta, Rabu (21/11/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten sektor konversi dan akselerasi digital PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk. (DIVA) melalui anak usaha PT Multidaya Dinamika (MDD) siap menggenjot pengembangan bisnis fintech dalam rangka mempromosikan pembayaran nontunai di Indonesia pada tahun ini.

Emiten berkode saham DIVA tersebut mengumumkan melalui keterangan resmi, pada tahun ini MDD bakal mengerjakan berbagai proyek tingkat tinggi di bidang transportasi umum, jalan tol, parkir dan layanan publik, yang akan dirilis dalam beberapa bulan mendatang. 

"DIVA juga akan menyalurkan produk digitalnya melalui infrastruktur pembayaran digital MDD," tulis DIVA, Jumat (29/3/2019).

Adapun sebagai sebuah fintech enabler, MDD bertujuan mengembangkan dan melayani sebuah solusi sistem pembayaran non-tunai terpadu yang terintegrasi, menghubungkan berbagai mitra institusi keuangan dan non-keuangan, serta merchants.

Sejauh ini, solusi pembayaran digital MDD telah diintegrasikan dengan berbagai proyek pemerintah dan swasta di seluruh Indonesia, yang mana proyek MDD baru-baru ini yang sukses adalah BNI Java Jazz Maret 2019.

Pada akhir tahun lalu, DIVA mengumumkan rencananya untuk berinvestasi di Pawoon, aplikasi Point of Sales (POS) berbasis cloud terkemuka di Indonesia. 

DIVA menilai basis pelanggan Pawoon yang sangat besar (mencakup 100.000 pengguna) dan pertumbuhan bisnis yang eksponensial (dengan 20% pertumbuhan bulanan dalam 4 bulan terakhir) menjanjikan peluang bisnis yang luas, bukan hanya pada distribusi produk digitalnya, namun pada bisnis logistik dan supply chain. 

Saat ini, DIVA menyampaikan masih sedang dalam tahap due dilligence dan diharapkan hasilnya dapat keluar pada paruh kedua 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Distribusi Voucher Nusantara, kinerja emiten

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top