Pilarmas Sekuritas : IHSG Akan Didominasi Sentimen Domestik

Sentimen domestik diproyeksi mendominasi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Jumat (15/3/2019).
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 15 Maret 2019  |  08:54 WIB
Pilarmas Sekuritas : IHSG Akan Didominasi Sentimen Domestik
Pengunjung beraktivitas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Rabu (13/2/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA -- Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan keterbatasan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (15/3/2019), berasal dari sentimen domestik.

Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan bahwa keluarnya data ekspor dan impor serta neraca dagang akan menjadi sesuatu yang ditunggu oleh para pelaku pasar dan investor. Apalagi, mengingat dua bulan sebelumnya, tatkala hasilnya tidak sesuai harapan, IHSG langsung mengalami pelemahan.

"Estimasi kami, trade balance masih akan mengalami defisit meskipun tidak separah bulan sebelumnya. Kebijakan kenaikan tarif pajak impor juga sudah mulai menunjukkan sesuatu yang positif," paparnya dalam riset harian, Jumat (15/3).

Nico menuturkan perang dagang juga masih terus berlanjut. Pertemuan antara Presiden AS Donald Trump serta Presiden China Xi Jinping pada akhir Maret 2019 mungkin tidak akan terjadi, dan yang memungkinkan berikutnya adalah pada awal atau akhir April 2019.

Keduanya mengklaim ada kemajuan yang signifikan pada pembicaraan kedua belah pihak. China meminta kunjungan kenegaraan yang lebih resmi dibandingkan datang ke AS hanya untuk menandatangani perjanjian tersebut.

Dalam pertemuan antara Steven Mnuchin dan Robert Lighthizer dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He, mereka menyampaikan bahwa perjanjian yang lebih benar dan sesuai seperti yang diinginkan kedua negara itu lebih penting daripada perjanjian yang dikejar oleh waktu. Saat ini, jarak sejumlah masalah antara kedua negara terus mengecil dan diharapkan bahwa perundingan ini dapat berakhir dengan baik tahun ini.

Beralih kepada Brexit, Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May pada akhirnya memenangkan dukungan politisi Inggris untuk berusaha menunda Brexit.

Dia menawarkan pilihan kepada anggota Parlemen, antara mendukung kesepakatannya dan menunda Brexit dalam waktu yang singkat atau terjebak dalam perpanjangan yang panjang dengan ketentuan yang ditetapkan oleh blok Uni Eropa (UE). May juga berjanji jika kesepakatannya tidak disetujui hingga pekan depan, maka dia akan memberi Parlemen kesempatan untuk mengambil alih pada 25 Maret 2019.

Penundaan Brexit pun didukung oleh UE yang telah menyarankan untuk memperpanjang kepergian Inggris hingga akhir Mei 2019, meskipun UE tidak memberikan tambahan mengenai lebih lanjut diperlukan alasan yang tepat dari Inggris untuk menunda proses Brexit.

"Kami menilai bahwa proses pertemuan antara AS dan China, serta Brexit masih dalam arus permainan yang belum menunjukkan arah yang jelas," lanjut Nico.

Dia menambahkan ketika sentimen global pada akhirnya menjadi basi, maka sentimen yang akan mempengaruhi pergerakan pasar dalam negeri adalah sentimen makro ekonomi, yang di mana sejauh ini situasi dan kondisi makro ekonomi Indonesia masih kurang baik.

Tidak hanya itu, industri China mengalami perlambatan pertumbuhan produksi. Dalam rilis data pertumbuhan produksi industri China, disebutkan bahwa terjadi penurunan menjadi 5,3% dari sebelumnya 5,7%. Penurunan pertumbuhan tersebut menjadi level terendah selama 17 tahun terakhir.

Hal ini tentu akan menambah tekanan pergerakan IHSG hari ini, yang sedang memiliki ruang untuk mengalami penguatan.

Dalam catatan Morgan Stanley yang dirilis Rabu (13/3), disampaikan bahwa ada potensi Bank Indonesia (BI) melonggarkan kebijakan moneter pada kuartal III/2019 yang diakibatkan oleh penundaan normalisasi kebijakan The Fed, inflasi yang rendah, dan Current Account Deficit (CAD) yang mengecil.

Menurut Morgan Stanley, CAD akan berada di level 2,6% tahun ini. Potensi penurunan tingkat suku bunga ini juga sesuai prediksi Pilarmas Sekuritas.

Apabila hingga semester I/2019, The Fed tidak menaikkan tingkat suku bunganya, ada kemungkinan BI akan memangkas tingkat suku bunga BI 7-day (Reverse) Repo Rate. Nico menilai ini adalah sesuatu yang patut dinantikan.

"Secara teknikal, kami memproyeksikan IHSG memiliki ruang menguat dan diperdagangkan pada rentang harga 6.356-6.439 untuk perdagangan hari ini," sebutnya.

Pada perdagangan Kamis (14/3), IHSG ditutup menguat 35,69 poin atau 0,56% ke level 6.413. Sektor industri dasar dan aneka industri memberikan kenaikan terbesar pada perdagangan kemarin.

Adapun investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp313,5 miliar

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, prediksi ihsg

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top