Hengkang dari Traveloka, Saham Air Asia Indonesia (CMPP) Melorot

Setelah memutuskan untuk menarik secara permanen penjualan penerbangannya dari agen perjalanan daring Traveloka, saham PT Air Asia Indonesia Tbk. harus mendarat di zona merah pada akhir sesi I perdagangan Selasa (5/3/2019).
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 05 Maret 2019  |  13:06 WIB
Hengkang dari Traveloka, Saham Air Asia Indonesia (CMPP) Melorot
Sejumlah pesawat diparkir di landasan pacu saat penutupan Bandara Internasional Ngurah Rai, di Badung, Bali, Rabu (29/11). - ANTARA/Wira Suryantala

Bisnis.com, JAKARTA – Setelah memutuskan untuk menarik secara permanen penjualan penerbangannya dari agen perjalanan daring Traveloka, saham PT Air Asia Indonesia Tbk. harus mendarat di zona merah pada akhir sesi I perdagangan Selasa (5/3/2019).

Emiten penerbangan berkode saham CMPP tersebut mendarat di zona merah, berdasarkan data Bloomberg saham CMPP turun 3,94% atau 10 poin ke level Rp244. Berdagangan pengamatan Bisnis.com, sejak perdagangan 28 Februari 2019 hingga 4 Maret 2019 saham CMPP mampu ditutup di zona hijau.

Namun, setelah CMPP memutuskan hengkang secara permanen dari online travel agent (OTA) tersebut, sahamnya harus merosot ke zona merah.

Direktur Utama Air Asia Indonesia Dendy Kurniawan mengatakan bahwa  diselesaikannya kemitraan penjualan penerbangan dengan Traveloka tidak akan terlalu berpengaruh kepada penjualan tiket ke depannya.

“Tidak akan terlalu berpengaruh karena konsumen sekarang sudah cukup pintar untuk menemukan alternatif lain pemesanan tiket Air Asia termasuk dengan mencarinya di website dan aplikasi kami,” ujarnya kepada Bisnis.com, Senin (4/3/2019).

Lebih lanjut, Dendy menjelaskan, penjualan tiket Air Asia masih tersedia di agen perjalanan konvensional dan daring lainnya, sehingga konsumen masih dapat mencari tiket penerbangan dengan mudah dan dengan harga yang menarik.

Selain itu, dia menambahkan bahwa ke depannya dalam penjualan tiket, Air Asia tidak menerapkan strategi khusus pascahengkang dari Traveloka.

“Penjualan akan baik-baik saja, kami berbisnis seperti biasa dengan mitra distribusi tiket lainnya,” katanya.

Sebelumnya, Air Asia memutuskan untuk menarik secara permanen penjualan penerbangannya dari agen perjalanan dari Traveloka setelah dua kali pilihan penerbangan Air Asia menghilang dari aplikasi tersebut.

Dendy menuturkan, keputusan itu diambil setelah maskapainya mengirim surat elektronik sebanyak lima kali ke pihak Traveloka sejak Sabtu (2/3/2019). Namun, manajemen OTA itu tidak membalas secara resmi surat tersebut.

Dia mengungkapkan bahwa hanya ada tanggapan Head of Communications AirAsia pada Minggu (3/3/2019) melalui sambungan telepon. Namun pembicaraan tersebut tidak mengubah keputusan AirAsia.

“Traveloka tidak bertindak dengan iktikad baik. Mereka menolak memberi penjelasan resmi meskipun kami berulang kali berupaya mencari klarifisikasi,” jelasnya, Senin (4/3/2019).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
air asia, rekomendasi saham, Traveloka

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top