Aktivitas Pertambangan Gas di Rongxian Dihentikan

Otoritas di wilayah China barat daya, Rongxian, memerintahkan penghentian aktivitas pertambangan gas, menyusul gempa di wilayah tersebut yang menewaskan dua orang.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 26 Februari 2019  |  15:58 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas di wilayah China barat daya, Rongxian, memerintahkan penghentian aktivitas pertambangan gas, menyusul gempa di wilayah tersebut yang menewaskan dua orang.

Demikian dilaporkan kantor berita Xinhua, dikutip dari Reuters, Selasa (26/2/2019).

"Karena alasan keamanan dan persyaratan produksi yang aman, perusahaan pertambangan shale gas [gas serpih] telah menangguhkan pekerjaan pertambangan," kata pejabat pemerintah setempat.

Gempa berkekuatan 4,9 SR melanda daerah Rongxian di provinsi Sichuan, Senin (26/2) sore. Gempa tersebut merusak ribuan bangunan, melukai 12 orang, dan berdampak kepada lebih dari 13.000 orang.

Peristiwa gempa paa Senin sore tersebut merupakan yang kedua kalinya dalam dua hari terakhir.

Sejumlah ahli memperkirakan bahwa gempa bumi tersebut merupakan fenomena alam. Akan tetapi, mereka juga tidak menutup kemungkinan bahwa gempa tersebut disebabkan oleh aktivitas pertambangan.

Daerah Rongxian adalah bagian dari wilayah yang dikenal sebagai blok Weirong. Di dalamnya perusahaan minyak dan gas negara Sinopec Corp mengebor untuk shale gas.

Perusahaan-perusahaan energi milik negara China akan meningkatkan pengeluaran untuk pengeboran domestik tahun ini ke level tertinggi sejak 2016, setelah Presiden Cina Xi Jinping pada Agustus 2018 lalu memerintahkan untuk meningkatkan keamanan energi dalam negeri.

Pegunungan Sichuan adalah pusat bagi China mengeksplorasi gas serpih selama satu dekade. Produksi gas dari wilayah itu sekitar 6% dari total output gas China.    

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gas bumi

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup