Siantar Top (STTP) Siapkan Belanja Modal Rp442,8 Miliar Tahun Ini

Emiten produsen makanan ringan PT Siantar Top Tbk. mengalokasikan belanja modal sebesar Rp442,8 miliar pada 2019, yang sebagian besar untuk membayar obligasi jatuh tempo. 
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 26 Februari 2019  |  10:16 WIB
Siantar Top (STTP) Siapkan Belanja Modal Rp442,8 Miliar Tahun Ini
Karyawan beraktivitas di dekat papan penunjuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Senin (4/2/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten produsen makanan ringan PT Siantar Top Tbk. mengalokasikan belanja modal sebesar Rp442,8 miliar pada 2019, yang sebagian besar untuk membayar obligasi jatuh tempo. 

Direktur Siantar Top Armin mengatakan, perseroan menyiapkan belanja modal sebesar Rp442,8 miliar pada tahun ini yang berasal dari kas dan laba perusahaan. Alokasi ini meningkat 6,19% dibandingkan dengan belanja modal pada 2018 sebesar Rp417 miliar. 

Armin memerinci, belanja modal ini di antaranya untuk pembayaran obligasi jatuh tempo sebesar Rp300 miliar. Sebagai informasi, emiten dengan kode saham STTP ini memiliki obligasi berkelanjutan I Siantar Top Tahap II Tahun 2016 Seri A sebesar Rp300 miliar yang jatuh tempo pada 12 April 2019.

Di samping itu, belanja modal diperuntukkan entitas anak perusahaan sebesar Rp62,8 miliar untuk pengembangan theme park atau taman hiburan di Sidoarjo dan sebesar Rp50 miliar untuk perluasan usaha. Lebih lanjut, STTP menyiapkan Rp30 miliar untuk rencana pembagian dividen pada tahun ini.

"Kami siapkan belanja moda Rp442,8 miliar tahun ini. Tahun lalu, kami siapkan Rp417 miliar," katanya kepada Bisnis.com, dikutip Selasa (25/2/2019). 

Sebelumnya, perseroan memperkirakan total penjualan 2018  tumbuh 1%-2% secara year on year. Jika mengacu pada perkiraan tersebut, penjualan 2018 diperkirakan tercapai sebesar Rp2,85 triliun-Rp2,88 triliun. 

Lebih lanjut, STTP menargetkan total penjualan 2019 tumbuh 10%-15%. Jika mengacu pada perkiraan proyeksi itu, maka target penjualan tahun ini sebesar Rp3,31 triliun-Rp3,17 triliun.

Armin meyakini pertumbuhan penjualan pada tahun ini dapat tercapai seiring dengan rencana perseroan meluncurkan produk baru tahun ini. Setiap tahun perseroan meluncurkan 10-20 produk baru.

"Laporan kemarin memang agak kurang bagus, kami hanya tumbuh 1%-2% karena ada perubahan startegi penjualan dan beberapa produk yang tertunda peluncurannya," imbuhnya pada pekan lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, siantar top

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top