Siantar Top (STTP) Targetkan Ekspor Tumbuh 20 Persen Tahun Ini

Emiten produsen makanan ringan PT Siantar Top Tbk. mulai fokus mengembangkan pasar luar negeri dengan mengincar penjualan ekspor tumbuh 20% pada 2019. 
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 21 Februari 2019  |  18:22 WIB
Siantar Top (STTP) Targetkan Ekspor Tumbuh 20 Persen Tahun Ini
Presiden Direktur PT Siantar Top Tbk. Pitoyo (dari kanan) berbincang dengan Direktur Armin, dan Direktur Suwanto saat paparan publik, di Surabaya, Jumat (15/12). - JIBI/Wahyu Darmawan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten produsen makanan ringan PT Siantar Top Tbk. mulai fokus mengembangkan pasar luar negeri dengan mengincar penjualan ekspor tumbuh 20% pada 2019. 

Direktur Siantar Top Armin mengatakan, perseroan mulai fokus menggarap pasar ekspor sejak beberapa tahun terakhir. Sebab, pasar ekspor menawarkan margin yang lebih besar dibandingkan penjualan lokal, selain masih adanya peluang pasar. 

Emiten dengan kode saham STTP ini telah mengembangkan pasar ekspor di negara-negara Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Australia. Adapun, produk unggulan ekspor di antaranya Spix MieGoreng, Soba Mie, Mie GemezEnak, dan Biskuit Potato. 

Armin mengatakan, telah menggandeng sejumlah distributor untuk penjualan ekspor. Perseroan memasang target pertumbuhan penjualan ekspor sebesar 20% pada 2019. Adapun, kontribusi penjualan ekspor diharapkan dapat mencapai 10%-15% terhadap total penjualan. 

"Targetnya kurang lebih tumbuh 20%. Kami menilai pertumbuhannya cukup lumayan, sehingga kami mulai fokus mengembangkan ekspor ini. Margin juga lebih bagus dari lokal," katanya. 

Berdasarkan catatan perseroan, total penjualan 2018 diperkirakan tumbuh 1%-2% secara tahunan. Jika mengacu pada perkiraan tersebut, maka penjualan 2018 diperkirakan tercapai sebesar Rp2,85 triliun-Rp2,88 triliun. 

Lebih lanjut, emiten dengan kode saham STTP ini menargetkan total penjualan 2019 tumbuh 10%-15%. Jika mengacu pada perkiraan proyeksi itu, maka target penjualan tahun ini sebesar Rp3,31 triliun-Rp3,17 triliun. 

Armin meyakini pertumbuhan penjualan pada tahun ini dapat tercapai seiring dengan rencana perseroan meluncurkan produk baru tahun ini. Setiap tahun perseroan meluncurkan 10-20 produk baru. 

"Laporan kemarin memang agak kurang bagus, kami hanya tumbuh 1%-2% karena ada perubahan startegi penjualan dan beberapa produk yang tertunda peluncurannya," imbuhnya. 

Sebagai informasi, tahun lalu perseroan menunda peluncuran produk biskuit ke 2019. Di samping itu, ada perubahan beberapa produk dari CBP500 ke CBP1000 dan CBP2000 untuk meningkat margin produk sehingga laba bersih naik.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, siantar top

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup