Harga Karet Ditutup Naik Lebih dari 3%

Harga karet rebound dan berakhir melonjak lebih dari 3% pada perdagangan hari ini, Senin (25/2/2019), didongkrak ekspektasi tercapainya perundingan perdagangan yang produktif antara Amerika Serikat (AS) dan China.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 25 Februari 2019  |  15:20 WIB
Harga Karet Ditutup Naik Lebih dari 3%
Pekerja memuat getah karet di tempat penampungan karet sementara Singkut, Sarolangun, Jambi, Kamis (19/10). - ANTARA/Wahdi Septiawan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet rebound dan berakhir melonjak lebih dari 3% pada perdagangan hari ini, Senin (25/2/2019), didongkrak ekspektasi tercapainya perundingan perdagangan yang produktif antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif Juli 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) ditutup melonjak 3,20% atau 6,20 poin di level 199,80 yen per kg dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (22/2/2019), harga karet kontrak Juli berakhir di level 193,60 dengan pelemahan 1,50 poin atau 0,77%.

Harga karet mulai rebound ketika dibuka di zona hijau dengan kenaikan tajam hampir 1% atau 1,80 poin di posisi 195,40 pagi tadi. Sepanjang perdagangan hari ini, harga karet bergerak di level 196,20 – 197,90.

Di Shanghai Futures Exchange, harga karet untuk kontrak teraktif Mei 2019 berakhir menguat tajam 1,85% atau 230 poin di level 12.635 yuan per ton setelah ditutup dengan kenaikan 10 poin atau 0,08% di level 12.405 pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (22/2).

Sebagaimana diberitakan Bloomberg, lonjakan kontrak berjangka karet didorong ekspektasi bahwa perundingan produktif antara AS dan China untuk menyelesaikan sejumlah isu-isu perdagangan di antara kedua negara akan mendorong permintaan untuk komoditas ini.

 “Pasar memperkirakan China dan AS pada akhirnya akan mencapai kesepakatan tentang perdagangan dan itu cukup positif untuk harga karet alam,” ujar Gu Jiong, seorang analis di perusahaan broker Yutaka Shoji.

Presiden AS Donald Trump mengatakan akan memperpanjang batas waktu pengenaan tarif terhadap barang-barang China setelah pekan ini.

Trump mengemukan adanya kemajuan substansial dalam putaran terakhir perundingan perdagangan yang telah usai pada Minggu (24/2/2019) di Washington.

Selain sentimen tersebut, keputusan oleh sejumlah negara produsen untuk memangkas ekspor juga mendukung pasar karet.

Indonesia, Thailand, dan Malaysia bersedia memangkas ekspornya sebanyak 200.000-300.000 ton pada tahun ini dalam kerangka Agreed Exports Tonnage Scheme (AETS). 
  
Kebijakan itu diambil dalam pertemuan Special Ministerial Commite Meeting of the ITRC, di Bangkok, Thailand, Jumat (22/2), yang dihadiri oleh menteri terkait dari tiga negara anggota.

Ketiga negara juga dikabarkan akan menerapkan Demand Promotion Scheme demi meningkatkan konsumsi lokal.

Berbanding terbalik dengan karet, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak April 2019 hari ini terpantau turun 0,14% atau 0,08 poin ke level US$57,18 per barel pukul 14.31 WIB, sedangkan harga minyak Brent untuk pengiriman April 2019 melemah 0,24% ke level US$66,96 per barel.

Pergerakan Harga Karet Kontrak Juli 2019 di Tocom

Tanggal                             

Harga (Yen/Kg)              

Perubahan

25/2/2019

199,80

+3,20%

22/2/2019

193,60

-0,77%

21/2/2019

195,10

-1,22%

20/2/2019

197,50

+2,07%

19/2/2019

193,50

+3,48%

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga karet

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup