Bursa China Naik Lebih dari 5%, IHSG Ikut Terdongkrak

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses mempertahankan reboundnya di zona hijau pada perdagangan hari ini, Senin (25/2/2019), di tengah penguatan bursa saham Asia.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 25 Februari 2019  |  16:51 WIB
Bursa China Naik Lebih dari 5%, IHSG Ikut Terdongkrak
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/2/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses mempertahankan reboundnya di zona hijau pada perdagangan hari ini, Senin (25/2/2019), di tengah penguatan bursa saham Asia.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 0,37% atau 23,98 poin di level 6.525,36 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Jumat (22/2), IHSG berakhir di level 6.501,38 dengan pelemahan 0,56% atau 36,39 poin.

Indeks mulai rebound dari pelemahannya ketika dibuka naik 0,32% atau 23,98 poin di posisi 6.525,36 pagi tadi. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.507,92 – 6.538,49.

Sebanyak enam dari sembilan sektor dalam IHSG berakhir di teritori positif, dipimpin sektor infrastruktur (+1,30%) dan industri dasar (+0,99%). Tiga sektor lainnya berakhir di zona merah, dipimpin pertanian yang melemah 1,05%.

Dari 628 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 216 saham menguat, 195 saham melemah, dan 217 saham stagnan.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang masing-masing naik 1,54% dan 1,82% menjadi pendorong utama atas penguatan IHSG.

Indeks Bisnis-27 ikut rebound dan ditutup menguat 0,57% atau 3,21 poin di level 570,28, setelah berakhir melemah 0,88% atau 5,03 poin di posisi 567,07 pada Jumat (22/2).

Hampir seluruh indeks saham lain di Asia juga berakhir menguat, di antaranya indeks FTSE Straits Times Singapura (+0,05%), indeks FTSE Malay KLCI (+0,18%), dan indeks PSEi Filipina (+0,39%). 

Di Jepang, indeks Topix dan Nikkei 225 masing-masing ditutup menguat 0,71% dan 0,48%. Indeks Kospi Korea Selatan naik tipis 0,09%, indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,50%.

Adapun dua indeks saham utama di China, Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing berakhir melonjak 5,60% dan 5,95%.

Lonjakan indeks saham Shanghai mendorong penguatan bursa Asia secara keseluruhan pada hari ini, setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengkonfirmasi bahwa ia akan menunda rencana kenaikan tarif pada impor China.

Dalam cuitannya pada Minggu (22/2/2019), Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam bahwa pihak Amerika Serikat dan China telah membuat kemajuan substansial pada sejumlah isu penting di antaranya perlindungan kekayaan intelektual, transfer teknologi dan mata uang.

Karenanya, kenaikan tarif yang telah dijadwalkan pada 1 Maret akan ditunda. Kantor berita China Xinhua menggemakan pernyataan Trump tersebut dengan merujuk adanya kemajuan substansial dari pertemuan kedua negara yang usai Minggu waktu Washington.

“Keterlibatan frekuensi yang tinggi antara pemerintah China dan AS di tingkat senior menyiratkan bahwa kedua belah pihak mengupayakan beberapa bentuk penyelesaian,” kata Tai Hui, kepala strategi pasar Asia Pasifik di J.P. Morgan Asset Management, seperti dikutip Reuters.

“Saya pikir pasar telah merespons [positif] pandangan ini dalam beberapa pekan terakhir, seperti yang ditunjukkan oleh kinerja kuat pada indeks saham China dan Asia. Karenanya, berita terbaru itu mungkin tidak memberikan dorongan signifikan,” lanjutnya.

Bersama IHSG, sentimen optimisme atas hasil perundingan perdagangan yang efektif antara AS-China menopang nilai tukar rupiah ditutup menguat 40 poin atau 0,28% di level Rp14.018 per dolar AS, apresiasi hari kedua berturut-turut.

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

BBRI

+1,54

TLKM

+1,82

BMRI

+2,11

FREN

+10,64

TPIA

+2,25

Saham-saham penekan IHSG:                   

Kode

(%)

UNVR

-1,36

UNTR

-2,50

BNLI

-8,06

ICBP

-1,44

HMSP

-0,27

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup