China Larang Impor Batu Bara, PM Australia Angkat Bicara

Perdana Menteri Australia Scott Morrison berupaya meredakan keresahan tentang keretakan hubungan dengan China, menyusul larangan impor batu bara asal Negeri Kangguru yang telah membebani eksportir komoditas ini dan mata uang dolar Australia.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 22 Februari 2019  |  15:02 WIB
China Larang Impor Batu Bara, PM Australia Angkat Bicara
Pekerja berjalan di dekat timbunan batu bara, di Berau, Kaltim. - REUTERS/Yusuf Ahmad

Bisnis.com, JAKARTA – Perdana Menteri Australia Scott Morrison berupaya meredakan keresahan tentang keretakan hubungan dengan China, menyusul larangan impor batu bara asal Negeri Kangguru yang telah membebani eksportir komoditas ini dan mata uang dolar Australia.

Nilai tukar dolar Australia terhadap dolar Amerika Serikat (AS) turun lebih dari 1% ke level terendah dalam 10 hari di US$0,7070 pada Kamis (21/2/2019), menyusul laporan Reuters bahwa kepabeanan di pelabuhan Dalian, China, telah melarang impor batu bara Australia sejak awal Februari.

Menurut seorang pejabat pelabuhan kepada Reuters pada Kamis, Dalian akan melarang impor semua batu bara Australia tanpa batas waktu serta membatasi impor batu bara dari semua sumber menjadi 12 juta ton pada 2019.

China, yang merupakan pembeli terbesar untuk batu bara Australia, tahun lalu mengimpor sebanyak 89 juta ton senilai A$15 miliar (US$10,7 miliar), menurut data dari Biro Statistik Australia (Australian Bureau of Statistics/ABS).

Langkah Dalian terjadi setelah sejumlah pelabuhan utama di China memperpanjang periode proses administrasi (clearing times) untuk batu bara Australia.

Hal ini serta merta memicu kekhawatiran bahwa pemerintah China menggunakan perdagangannya untuk menghukum Australia di tengah-tengah hubungan bilateral yang memburuk baru-baru ini.

PM Morrison pun pada hari ini, Jumat (22/2/2019), angkat bicara berupaya meredakan spekulasi yang merebak. Australia juga telah meminta duta besarnya untuk China mencari klarifikasi atas permasalahan ini.

“Masyarakat harus berhati-hati untuk mengambil kesimpulan tentang hal ini. Bukan pertama kalinya pelabuhan lokal membuat keputusan mengenai masalah ini,” ujar Morrison kepada awak media di Auckland, sebagaimana diberitakan Reuters.

Tensi antara kedua negara muncul pada tahun 2017 ketika pemerintah Australia menuding pemerintah China mencampuri urusan dalam negerinya. Hubungan ini mengalami kemunduran tahun lalu ketika Australia memblokir akses raksasa teknologi asal China, Huawei, dari jaringan broadband 5G-nya.

Ikut menenangkan spekulasi tersebut, Menteri Perdagangan Australia, Simon Birmingham, menyatakan keterlambatan ekspor batu bara Australia ke China disebabkan oleh permasalahan kuota impor.

“Kita tidak memiliki dasar untuk percaya bahwa ada larangan ekspor batu bara Australia ke China, atau ke bagian mana pun dari China,” tutur Birmingham kepada wartawan.

Langkah ini memang bukan yang pertama bagi China dalam membatasi impor batu bara. Negeri Tirai Bambu diketahui telah secara berkala memberlakukan penundaan kepabeanan dan kontrol kualitas selama beberapa tahun terakhir.

China juga melancarkan upaya-upaya untuk mengatasi kabut asap, mengurangi penggunaan batu bara, menyeimbangkan impor terhadap produksi dalam negeri, dan melindungi lapangan kerjanya.

“Potensi sifat politis dari larangan ini setelah sejumlah masalah bilateral muncul mungkin mengingatkan pada hambatan ekspor batu bara Mongolia ke China setelah kunjungan Dalai Lama pada tahun 2016,” papar bank AS Citi pada Jumat dalam sebuah riset.

Pelemahan saham perusahaan tambang batu bara Australia pun mereda pada perdagangan sore ini di Australia setelah sempat tertekan berat pelemahan dalam sektor sumber daya.

Saham Stanmore Coal yang sempat melemah lebih dari 7% ditutup turun 2,1%. Adapun saham New Hope Corp. dan Yancoal masing-masing turum 3,6% dan 3%, meskipun sempat mengklaim tidak terdampak langsung permasalahan ini.

Sementara itu, dolar Australia bergerak lebih stabil, terbantukan komentar bernada optimistis dari bank sentral Australia mengenai ekonomi dan komentar pemerintah tentang larangan tersebut.

Pada Kamis (21/2), seorang juru bicara kementerian luar negeri China mengatakan bahwa langkah kepabeanan memeriksakan dan menguji impor batu bara demi alasan keamanan dan kualitas adalah "sepenuhnya normal".

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batu bara, ekonomi china

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top