Kurs Tengah Melemah 22 Poin, Mayoritas Mata Uang Asia Terbebani Prospek Global

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Jumat (22/2/2019) di level Rp14.079 per dolar AS, melemah 22 poin atau 0,15% dari posisi Rp14.057 pada Kamis (21/2).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 22 Februari 2019  |  11:33 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Jumat (22/2/2019) di level Rp14.079 per dolar AS, melemah 22 poin atau 0,15% dari posisi Rp14.057 pada Kamis (21/2).

Kurs jual ditetapkan di Rp14.149 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.009 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp140.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau berbalik menguat tipis 1 poin atau 0,01% ke level Rp14.070 per dolar AS pada pukul 11.08 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (21/2), rupiah berakhir melemah 27 poin atau 0,19% di level Rp14.071 per dolar AS. Rupiah mulai melanjutkan pelemahannya ketika dibuka terdepresiasi 7 poin atau 0,05% di posisi 14.078 per dolar AS pagi ini.

Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak fluktuatif di level Rp14.070-Rp14.085 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang mengukur kekuatan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau naik hanya 0,004 poin ke level 96,609 pada pukul 11.02 WIB.

Pergerakan indeks sebelumnya dibuka turun tipis 0,01% atau 0,013 poin di level 96,592. Pada perdagangan Kamis (21/2), indeks dolar berakhir menguat 0,16% atau 0,151 poin di level 96,605.

Berbanding terbalik dengan rupiah, mata uang lainnya di Asia mayoritas melemah terhadap dolar AS, di tengah kekhawatiran baru seputar pertumbuhan global.

Baht Thailand dan ringgit Malaysia yang masing-masing terdepresiasi 0,18% dan 0,13% terhadap dolar AS memimpin pelemahan di Asia. Selain rupiah, rupee India dan dolar Taiwan masing-masing mampu menguat 0,15% dan 0,05% terhadap dolar AS.

Pesanan di pabrik-parbrik AS untuk peralatan bisnis secara tak terduga turun pada bulan Desember, penurunan keempat dalam lima bulan. Hal ini menunjukkan hilangnya momentum di tengah ketidakpastian soal perang dagang dengan China dan kondisi keuangan yang lebih ketat.

Di sisi lain, sektor swasta kawasan euro hampir tidak berkembang pada bulan Februari di tengah kemerosotan di bidang manufaktur yang memicu keresahan mengenai prospek ekonomi.

“Pasar Asia menghadapi penurunan meluas pada hari ini setelah rilis data barang tahan lama yang lebih lesu dari perkiraan di AS dan data PMI yang mengecewakan di seluruh zona euro,” jelas Jingyi Pan, pakar strategi pasar di IG Asia Pte. di Singapura, dalam risetnya.

“Pasar juga menantikan kesimpulan dari perundingan perdagangan AS-China,” tambahnya, seperti dikutip Bloomberg.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)               

22 Februari

14.079

21 Februari

14.057

20 Februari

14.055

19 Februari

14.119

18 Februari

14.106

                         

SumberBank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kurs tengah bi

Editor : Renat Sofie Andriani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top