Bursa Asia Menguat, IHSG Pertahankan Rebound Hingga Akhir Perdagangan

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 0,28% atau 18,12 poin di level 6.512,78, setelah dibuka rebound dengan penguatan 0,42% atau 27,14 poin di posisi 6.521,81.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  17:36 WIB
Bursa Asia Menguat, IHSG Pertahankan Rebound Hingga Akhir Perdagangan
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/2/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu ditutup di zona hijau pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (20/2/2019), setelah berfluktuasi sepanjang perdagangan.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 0,28% atau 18,12 poin di level 6.512,78, setelah dibuka rebound dengan penguatan 0,42% atau 27,14 poin di posisi 6.521,81.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.483,07 – 6.552,15. Adapun pada perdagangan Selasa (19/2), IHSG ditutup melemah 0,05% atau 3,15 poin di posisi 6.494,67.

Dari 627 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 197 saham menguat, 204 saham melemah, dan 226 saham stagnan.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang masing-masing menguat 2,23% dan 1,47% menjadi penopang utama atas penguatan IHSG pada akhir perdagangan.

Tujuh dari sembilan sektor dalam IHSG berakhir di teritori positif, dipimpin oleh sektor industri dasar degnan penguatan 1,61%, disusul sektor properti yang menguat 1,02%.

Di sisi lain, sektor infrastruktur dan pertanian yang masing-masing melemah 0,8% dan 0,69% menahan penguatan IHSG lebih lanjut.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 juga ditutup rebound dengan penguatan 0,44% atau 2,47 poin ke level 568,47, setelah dibuka menguat 2,99 poin atau 0,53% ke level 568,98.

Indeks saham lainnya di Asia bergerak menguat pada perdagangan hari ini, dengan indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang masing-masing menguat 0,43% dan 0,6%, sedangkan indeks Shanghai Composite China menguat 0,2%.

Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong naik 1,01%, indeks Kospi Korea Selatan menguat 1,09% dan indeks FTSE Straits Time Singapura menguat 0,57%.

Dilansir Reuters, bursa saham Asia menguat ke level tertinggi dalam 4,5 bulan terakhir di tengah ekspektasi investor bahwa perundingan perdagangan China dan AS akan dapat menghasilkan kesepakatan untuk mengurangi perang perdagangan.

Pada Selasa (19/2), Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa perundingan perdagangan dengan China telah berjalan baik. Trump pun mengisyaratkan terbuka untuk menunda tenggat waktu untuk menyelesaikan perundingan yang ditetapkan pada 1 Maret.

Tarif AS untuk impor China senilai US$200 miliar direncanakan akan naik menjadi 25% dari 10% jika tidak ada kesepakatan perdagangan yang tercapai pada tanggal tersebut.

Investor kini mengharapkan Trump akan bertemu Presiden China Xi Jinping bulan depan guna menuntaskan kesepakatan dagang antara kedua negara.

“Mereka kemungkinan akan menyetujui China mengimpor gas alam dan produk pertanian dalam jumlah yang lebih besar," kata Nobuhiko Kuramochi, kepala strategi di Mizuho Securities.

China, lanjutnya, juga akan membuka bagian dari layanan keuangan domestiknya dan mungkin beberapa sektor manufaktur. Namun, dia memperkirakan China tidak akan mudah mundur dengan apa yang disebut isu-isu struktural.

“Kedua negara mungkin sepakat untuk membentuk badan yang bertujuan membahas isu-isu tersebut. Pasar sudah memperhitungkan hal-hal semacam ini,” tambahnya.

 

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

BBCA

+2,23

UNVR

+1,47

INTP

+8,33

CPIN

+2,71

SMGR

+3,41

Saham-saham penekan IHSG:                   

Kode

(%)

TLKM

-1,28

BMRI

-1,39

GGRM

-1,53

BBRI

-0,51

BNLI

-6,50

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top